Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT (click)

Persembahan Bukune dan GigiSehatBadanSehat

DENTAL & ORAL HEALTH (click)

Beragam informasi mengenai kesehatan gigi dan mulut.

GENERAL HEALTH (click)

Perluas wawasan Anda mengenai dunia kesehatan.

CELEBRITY & HEALTH (click)

Kumpulan kisah para selebritis dunia dan kesehatannya.





Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Jumat, 27 Februari 2009

Menyikat Gigi: Hal Yang perlu Diperhatikan (bagian III-tamat)

toothpasteAda tiga hal lagi yang perlu Anda perhatikan dalam rutinitas menyikat gigi Anda. Diantaranya:


6. Menjaga kebersihan sikat gigi.
Sikat gigi Anda bisa jadi tempat perkembang-biakan kuman dan jamur. Setiap habis menyikat gigi, selalu bersihkan sikat gigi dengan cara mengocoknya yang kencang di dalam air atau dibilas di bawah aliran air. Keringkan sikat gigi setiap habis digunakan dan simpanlah sikat gigi dengan posisi berdiri di tempatnya.

Kalo Anda suka berpergian, jangan lupa juga bawa sikat gigi Anda dan pasanglah tutup kepala sikat yang terbuat dari plastik untuk melindungi bulu sikat agar tidak rusak ketika disimpan di dalam tas.

7. Jangan takut gusi berdarah.
Gusi berdarah merupakan suatu tanda adanya peradangan pada gusi Anda. Namun, jangan lantas karena takut berdarah Anda tidak menyikat bagian gigi tersebut. Tetaplah sikat gigi tersebut dengan teknik yang benar dan dengan tekanan yang lembut. Apabila gusi Anda terus berdarah saat menyikat gigi, segera hubungi dokter gigi untuk mendapatkan penanganan.

8. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.
Selain membantu untuk membersihkan gigi dengan lebih baik, pasta gigi yang mengandung fluoride berperan untuk melindungi gigi dari kerusakan. Bahkan fluoride dapat memperbaiki kerusakan gigi sampai batas-batas tertentu dengan cara mengganti mineral-mineral gigi yang hilang akibat erosi dari asam.

Tidak perlu banyak-banyak dalam menggunakan pasta gigi seperti di iklan, cukup gunakan pasta gigi dengan ukuran sebuah kacang polong. Karena yang terpenting adalah teknik menyikat gigi, bukan banyaknya pasta gigi yang Anda gunakan.


electric toothbrushApakah kira-kira masih ada lagi yang perlu diperhatikan dalam menyikat gigi? Anda bisa menambahkan komentar Anda dibawah.

Kira-kira apakah teknik menyikat gigi Anda sudah benar dan tepat? Di artikel berikutnya akan saya paparkan mengenai salah satu teknik menyikat gigi yang cukup efektif dalam memebersihkan plak gigi.




Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Dukung selalu Gigi Sehat Badan Sehat di setiap kunjungan Anda:

100 Blog Indonesia Terbaik
100 Blog Indonesia Terbaik

My site was nominated for Best Foreign Language Blog!

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Menyikat Gigi: Hal Yang perlu Diperhatikan (bagian III-tamat)”  »»

Rabu, 25 Februari 2009

Menyikat Gigi: Hal Yang perlu Diperhatikan (bagian II)

toothbrushDari artikel sebelumnya, waktu penyikatan gigi dan tekanan yang Anda gunakan waktu menyikat perlu sekali diperhatikan. Berikut ini ada beberapa hal lagi yang bisa Anda terapkan ke dalam rutinitas menyikat gigi Anda.


3. Sikat gigi Anda minimal 2 menit.
Tentunya menyikat gigi yang terlalu cepat tidak akan efektif membersihkan plak. Menyikat gigi yang tepat paling tidak membutuhkan waktu minimal dua menit. Kebanyakan tidak ada orang yang menyikat gigi selama itu. Coba Anda hitung sendiri menggunakan stop watch berapa lama Anda menyikat gigi.

Agar lebih mudah, cobalah Anda menyikat gigi sambil mendengarkan lagu favorit Anda. Sikatlah gigi Anda sepanjang lagu itu yang rata-rata panjangnya berkisar 2 sampai 3 menit.

4. Sikat gigi Anda dengan urutan yang sama setiap harinya.
Anda bebas memulai dari gigi bagian mana saja yang ingin pertama kali disikat. Hanya saja pastikanlah bahwa seluruh bagian gigi di dalam mulut Anda tidak ada ketinggalan.

Agar lebih pasti, lakukanlah urutan yang sama setiap harinya. Misalnya dimulai dari permukaan bagian luar gigi di lengkung rahang atas sebelah kanan sampai ke lengkung sebelah kiri, dilanjutkan dengan permukaan bagian luar pada lengkung gigi di rahang bawah, lalu permukaan kunyah gigi pada rahang atas dan bawah, dan permukaan bagian dalam gigi rahang atas dan bawah.

Apabila urutan ini Anda lakukan terus setiap hari dan menjadi suatu kebiasaan, Anda tidak perlu lagi berpikir bagian gigi mana yang masih belum tersikat.

toothbrush5. Rutinlah mengganti sikat gigi.
Apabila bulu sikat sudah mekar alias rusak ataupun sikat gigi sudah berusia 3 bulan, maka sikat gigi tersebut akan kehilangan kemampuannya untuk membersihkan gigi dengan baik. Gantilah sikat gigi Anda dengan yang baru apabila salah satu diantara dua hal ini terjadi.

Apabila bulu sikat Anda sudah rusak sebelum 3 bulan, bisa jadi itu merupakan tanda kalau Anda menyikat gigi terlalu keras. Selain itu, penggantian sikat gigi juga diperlukan setelah Anda menderita sakit. Karena sikat gigi bisa menjadi tempat menempelnya kuman penyakit dan hal ini beresiko membuat Anda menjadi terinfeksi lagi.



Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Dukung selalu Gigi Sehat Badan Sehat di setiap kunjungan Anda:

100 Blog Indonesia Terbaik
100 Blog Indonesia Terbaik

My site was nominated for Best Foreign Language Blog!

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Menyikat Gigi: Hal Yang perlu Diperhatikan (bagian II)”  »»

Senin, 23 Februari 2009

Menyikat Gigi: Hal Yang perlu Diperhatikan (bagian I)

Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut, menyikat gigi adalah suatu prosedur yang menjadi keharusan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan waktu menyikat gigi, diantaranya:


1. Waktu penyikatan gigi.

Banyak para dokter gigi yang menyarankan untuk selalu menyikat gigi sebelum tidur. Mengapa?

Hal ini dikarenakan pada waktu tidur, air ludah berkurang sehingga asam yang dihasilkan oleh plak akan menjadi lebih pekat dan kemampuannya untuk merusak gigi tentunya menjadi lebih besar. Oleh karena itu, untuk mengurangi kepekatan dari asam maka plak harus dihilangkan.

Gigi juga harus disikat pada waktu pagi hari, boleh sebelum ataupun sesudah sarapan pagi. Hal ini tergantung jam berapa Anda sarapan pagi. Idealnya, sarapan pagi Anda lakukan sebelum beraktivitas dan dilanjutkan dengan menyikat gigi. Sehingga kondisi mulut tetap bersih sampai makan siang.

Namun, apabila Anda sarapan agak telat atau bahkan tidak sarapan sama sekali, sebaiknya Anda tetap menyikat gigi setelah bangun tidur. Karena, walaupun sebelum tidur Anda sudah menyikat gigi dengan bersih, plak akan mulai terbentuk lagi selama Anda tidur malam.

Plak memang tetap terus terbentuk setelah menyikat gigi. Oleh karena itu, rutinitas menyikat gigi harus Anda lakukan setiap hari agar plak yang terbentuk tidak bertambah tebal.

2. Sikat gigi Anda dengan kelembutan.

Menyikat gigi yang terlalu keras juga dapat menyebabkan resesi gusi yang mengakibatkan terbukanya permukaan akar gigi.

Tekanan yang digunakan juga haruslah tekanan yang ringan. Cobalah pegang gagang sikat gigi Anda seperti Anda memegang pulpen, hal ini akan membuat tangan Anda menghasilkan suatu tekanan yang ringan dan lembut.

Dalam menyikat gigi sama sekali tidak diperlukan tekanan yang kuat, karena plak itu memiliki konsistensi yang lunak. Dengan tekanan ringan pun dia akan terbuang.

Plak tidak akan hilang kalo sudah mengeras menjadi karang gigi (kalkulus). Karang gigi ini harus dibuang dengan prosedur skeling di dokter gigi, karena dengan penyikatan gigi yang kuat sekalipun karang gigi gak akan bisa hilang.


Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Dukung selalu Gigi Sehat Badan Sehat di setiap kunjungan Anda:

100 Blog Indonesia Terbaik
100 Blog Indonesia Terbaik

My site was nominated for Best Foreign Language Blog!

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Menyikat Gigi: Hal Yang perlu Diperhatikan (bagian I)”  »»

Kamis, 19 Februari 2009

Resiko Migrain Meningkat Pada Penderita Obesitas

migraineSatu lagi alasan untuk menghindari kelebihan berat badan. Peneliti Amerika Serikat menemukan adanya peningkatan resiko migrain pada penderita obesitas.


Penemuan ini dilakukan berdasarkan data dari survei kesehatan pemerintah Amerika terhadap 22.000 orang. Orang-orang obesitas dengan usia antara 20 sampai 55 tahun lebih banyak melaporkan menderita migrain dan sakit kepala yang parah dibandingkan dengan yang tidak mengalami obesitas.

Migrain merupakan sakit kepala parah yang dapat disertai rasa mual, muntah-muntah, sensitif terhadap cahaya dan kebisingan. Migrain lebih banyak dialami oleh wanita dan dapat bersifat sebagai penyakit turunan. Biasanya migrain lebih banyak dialami pada usia 20 sampai 45 tahun. Pada penelitian ini, peningkatan resiko migrain tidak lagi ditemukan pada penderita obesitas di atas usia 55 tahun.

obesitySelain migrain, obesitas juga meningkatkan resiko diabetes, darah tinggi, penyakit jantung, stroke, beberapa bentuk kanker, radang sendi atau arthritis, sleep apnea, dan lain-lain.

Obesity may raise migraine risk, U.S. study finds



Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Dukung selalu Gigi Sehat Badan Sehat di setiap kunjungan Anda:

100 Blog Indonesia Terbaik
100 Blog Indonesia Terbaik

My site was nominated for Best Foreign Language Blog!

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Resiko Migrain Meningkat Pada Penderita Obesitas”  »»

Selasa, 17 Februari 2009

Takut Dokter Gigi

takut dokter gigiDokter gigi merupakan salah satu profesi yang banyak ditakuti orang. Mungkin Anda termasuk diantaranya. Ada beberapa tips bagi Anda yang takut untuk melakukan perawatan gigi.


1. Komunikasi dengan dokter gigi.
Coba Anda ceritakan ke dokter gigi Anda tentang rasa takut yang Anda alami dan berbagai alternatif pilihan perawatan yang dapat Anda lakukan. Tanyakan juga kepada dokter gigi Anda bagaimana langkah-langkah prosedur yang akan dilakukan dan berapa kali kunjungan harus dilakukan untuk menyelesaikan suatu perawatan. Dengan memilih sendiri dan mengetahui langkah-langkah perawatan yang akan Anda lakukan maka Anda akan merasa lebih tenang dan tidak akan kaget karena Anda sudah mengetahui apa akan terjadi selanjutnya.
Apabila Anda merasakan sakit atau hanya sekedar gugup dan tegang ketika perawatan sedang berlangsung, mintalah waktu ke dokter gigi Anda untuk berhenti sejenak. Tenangkan diri Anda, ambil nafas, atau mungkin berkumur-kumur sebentar agar Anda merasa lebih tenang.

2. Alihkan perhatian.
Rasa stress ketika Anda melakukan perawatan gigi bisa diatasi dengan mengalihkan perhatian Anda ke sesuatu yang lebih menyenangkan. Anda bisa melakukan perawatan sambil mendengarkan MP3 player Anda, menonton TV yang ada di ruangan dokter gigi Anda, atau mungkin sambil SMS-an dengan teman Anda.

3. Pengendalian rasa sakit.
Menurut penelitian, rasa sakit merupakan alasan utama orang menghindari perawatan gigi. Dengan teknologi yang telah berkembang pesat, rasa sakit ketika perawatan gigi tidak lagi menjadi masalah. Misalnya dengan penggunaan topikal anestesi yang dioleskan untuk mengurangi rasa sakit ketika Anda disuntik, anestesi elektronik yang lebih nyaman dibandingkan anestesi biasa, dan lain sebagainya. Tanyakan saja kepada dokter gigi Anda apa saja yang bisa dilakukannya untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa sakit ketika perawatan.

4. Teknik relaksasi.
Ada berbagai macam teknik relaksasi. Banyak orang yang merasakan bahwa rasa takut mereka lama-kelamaan berkurang setelah berlatih menggunakan teknik ini. Beberapa dokter gigi mungkin bisa mengajarkan Anda bagaimana cara melakukannya. Beberapa teknik yang paling efektif diantaranya:
a. Guided imagery.
Teknik ini dilakukan dengan cara membayangkan bahwa diri Anda sedang berada di suatu tempat yang menyenangkan ataupun menenangkan.
b. Deep breathing.
Disebut juga dengan pernafasan dada. Caranya cukup mudah yaitu dengan bernafas dalam-dalam dan perlahan-lahan.
c. Progressive relaxation.
Dengan teknik ini, secara sadar Anda berusaha membuat rileks semua otot di tubuh Anda dimulai dari ujung jari kaki lalu ke atas sampai ke kepala.
5. Sedasi.
Berbeda dengan obat analgesik yang menghalangi rasa sakit, obat sedasi bekerja dengan cara menenangkan sistem saraf pusat agar dapat membantu Anda merasa tenang dan rileks. Tapi biasanya dokter gigi jarang memberikan obat ini karena obat ini agak lama memperlihatkan kerjanya dan efek samping seperti rasa kantuk bisa bertahan sampai beberapa jam.
takut dokter gigi6. Hipnosis.
Hipnosis dalam perawatan gigi dilakukan untuk membuat Anda merasa tenang dan rileks dalam melakukan perawatan. Efeknya mirip dengan efek meditasi dan Anda bisa mempelajarinya untuk dapat menghipnosis diri Anda sendiri. Pada awalnya biasanya orang yang takut terhadap perawatan gigi akan minta ditemani oleh ahli hipnosis mereka ketika akan melakukan perawatan gigi sampai mereka akhirnya bisa menghipnosis diri mereka sendiri. Beberapa dokter gigi juga dapat melakukan teknik ini di tempat praktek mereka.

Treatments And Coping Methods




Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Dukung selalu Gigi Sehat Badan Sehat di setiap kunjungan Anda:

100 Blog Indonesia Terbaik
100 Blog Indonesia Terbaik

My site was nominated for Best Foreign Language Blog!

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Takut Dokter Gigi”  »»

Kamis, 12 Februari 2009

Istri Usher Koma Setelah Operasi

usher & tamekaWalaupun Usher dan keluarganya sudah berusaha untuk menyembunyikannya, berita mengenai kondisi serius kesehatan Tameka Raymond akhirnya terbuka juga.


Jumat minggu lalu, Tameka dilarikan ke ICU São Paulo's Sírio-Libanês hospital setelah mengalami penurunan fungsi jantung dan pernafasan ketika melakukan operasi liposuction. Kondisi yang mengancam jiwa ini dilaporkan terjadi ketika tindakan anestesi sedang dilakukan. Sekarang ibu 37 tahun dari dua anak ini sedang dalam tahap pemulihan.

usherAkibat peristiwa ini, Usher terpaksa harus membatalkan penampilannya di ajang Grammy tahun ini. Rencananya, Dr. Gabriel E. Hunt Jr. seorang ahli bedah saraf dari Cedars-Sinai Medical Center akan datang ke rumah sakit tersebut untuk memimpin perawatan Tameka.

Report: Usher's Wife Had Coma Induced After Lipo Mishap





Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Dukung selalu Gigi Sehat Badan Sehat di setiap kunjungan Anda:

100 Blog Indonesia Terbaik
100 Blog Indonesia Terbaik

My site was nominated for Best Foreign Language Blog!

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Istri Usher Koma Setelah Operasi”  »»

Rabu, 11 Februari 2009

Cacat Jantung Bayi Akibat Vitamin E?

vitamin ETingkat vitamin E yang tinggi pada awal masa kehamilan dapat meningkatkan resiko bayi terlahir dengan cacat pada jantung, menurut para peneliti Belanda.


Wanita dengan asupan vitamin E yang tinggi dari makanannya memiliki kecenderungan 70% lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan cacat pada jantung. Apabila ditambah dengan mengkonsumsi suplemen vitamin E, resiko cacat jantung kongenital akan meningkat 5 sampai 9 kali lipat, Dr. R. P. M. Steegers-Theunissen dan tim-nya melaporkan melalui BJOG: An International Journal of Obstetrics and Gynecology.

pregnant womanPara peneliti menekankan bahwa tingkat vitamin E yang tinggi mungkin akan menghilangkan tingkat keseimbangan antara oksidan dan antioksidan. Mekanisme lain yang memungkinkan adalah terjadinya modifikasi gen yang berperan dalam perkembangan jantung embrionik dan penghambatan enzim seluler yang berperan dalam membersihkan toksin.

Ibu hamil, perhatikan ya asupan makanan Anda!

Excess vitamin E in pregnancy may harm baby




Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Dukung selalu Gigi Sehat Badan Sehat di setiap kunjungan Anda:

100 Blog Indonesia Terbaik
100 Blog Indonesia Terbaik

My site was nominated for Best Foreign Language Blog!

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Cacat Jantung Bayi Akibat Vitamin E?”  »»

Senin, 09 Februari 2009

Rekonstruksi Dengan Jaringan Gusi Buatan

ginggivitisSebuah langkah yang signifikan telah dilakukan para peneliti di Belanda yang berhasil mengembangkan pengganti jaringan gusi yang dapat digunakan untuk rekonstruksi rongga mulut.


Mereka menggunakan jaringan mulut pasien dalam jumlah kecil yang diambil melalui biopsi, lalu dikultur dan diperluas secara in vitro dalam waktu 3 minggu.

Operasi rekonstruksi di dalam rongga mulut sangat dibutuhkan setelah eksisi tumor, perbaikan celah palatum, ataupun penambahan jaringan lunak di sekitar gigi ataupun dental implan.

celah palatum / palatal cleftSebelumnya belum ada produk jaringan rongga mulut buatan yang dapat digunakan untuk aplikasi klinis. Sementara itu, kelemahan menggunakan kulit sebagai autograft di dalam rongga mulut adalah ukurannya, keringat dan pembentukan rambut.

Dr. Amit Patel yang merupakan editor dari jurnal Cell Transplantation mengatakan bahwa penelitian ini memberikan dorongan yang besar bagi penerapan klinis untuk memperbaiki ginggivitis dan penyakit gusi lainnya yang banyak dialami orang.

Advancement In Tissue Engineering Promotes Oral Wound Healing



Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Dukung selalu Gigi Sehat Badan Sehat di setiap kunjungan Anda:

100 Blog Indonesia Terbaik
100 Blog Indonesia Terbaik

My site was nominated for Best Foreign Language Blog!

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Rekonstruksi Dengan Jaringan Gusi Buatan”  »»

Jumat, 06 Februari 2009

Bermain Di Luar Cegah Rabun Jauh

kids playing outdoor
Anak-anak yang lebih banyak beraktivitas di luar rumah jauh dari televisi lebih sedikit kemungkinannya menderita myopia.


Laporan terbaru dari para peneliti di Boston mengatakan bahwa anak yang mengalami myopia, atau tidak mampu melihat jarak jauh, lebih sedikit menghabiskan waktunya di luar rumah yaitu sekita 8,3 jam dibandingkan anak lainnya yang rata-rata menghabiskan waktu 12,6 jam.

Selain itu, anak yang menderita myopia ternyata juga lebih lama menonton Tv yaitu sekitar 12,5 jam dibandingkan anak lainnya yaitu sekitar 8,4 jam.

kid wear glassesMenurut para peneliti, hal ini terjadi karena lamanya menghabiskan waktu melihat jarak jauh dapat menghentikan perkembangan myopia. Paparan sinar matahari juga berpengaruh karena sinar matahari akan membuat pupil berkonstriksi menghasilkan fokus yang lebih dalam.

Beberapa penelitian terdahulu menyatakan bahwa perkembangan myopia dihubungkan dengan kebiasaan terlalu banyak membaca buku. Namun, penelitian yang baru ini menyatakan tidak ada hubungan antara myopia dengan kebiasaan tersebut.

Kids Who Spend More Time Outdoors Have Better Vision



Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Dukung selalu Gigi Sehat Badan Sehat di setiap kunjungan Anda:

100 Blog Indonesia Terbaik
100 Blog Indonesia Terbaik

My site was nominated for Best Foreign Language Blog!

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Bermain Di Luar Cegah Rabun Jauh”  »»

Rabu, 04 Februari 2009

Perawatan Penyakit Gusi Tidak Menurunkan Resiko Kelahiran Prematur

pregnantSebuah penelitian di Amerika menyangkal penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa perawatan penyakit gusi dapat menurunkan resiko kelahiran bayi prematur.


Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, berbagai penyedia layanan kesehatan mulai merekomendasikan wanita hamil untuk menjalani perawatan scaling dan root planning untuk mengurangi resiko kelahiran bayi prematur.

Sekarang, penelitian yang baru ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara wanita hamil yang menjalani perawatan penyakit gusi sebelum masa 23 minggu kehamilan dengan wanita hamil yang tidak melakukan perawatan gusi dalam hal kelahiran anaknya. Sehingga disimpulkan bahwa perawatan gusi standar ini tidak mempengaruhi kelahiran bayi.

Namun para peneliti tersebut mengatakan bahwa bukan berarti perawatan penyakit gusi tidak diharuskan lagi bagi wanita hamil. Wanita hamil tetap harus melakukan perawatan penyakit gusi, hanya saja perawatan penyakit gusi saja tidak cukup untuk mengurangi resiko kelahiran prematur.

Gum Disease Treatment Doesn't Cut Preterm Birth Risk




Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Dukung selalu Gigi Sehat Badan Sehat di setiap kunjungan Anda:

100 Blog Indonesia Terbaik
100 Blog Indonesia Terbaik

My site was nominated for Best Foreign Language Blog!

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Perawatan Penyakit Gusi Tidak Menurunkan Resiko Kelahiran Prematur”  »»

Senin, 02 Februari 2009

Efek Buruk Penggunaan Sinar UV Pada perawatan Bleaching

Sebuah penelitian yang terdapat pada Photochemical & Photobiological Sciences menyatakan bahwa penggunaan sinar UV pada perawatan bleaching memberikan efek yang buruk pada kulit dan mata.


Sinar UV yang digunakan dalam perawatan bleaching memberikan efek radiasi empat kali lebih besar daripada berjemur di Hyde Park pada siang hari di musim panas. Radiasi ini paling tidak dapat merusak kulit dan mata.

Resiko kerusakan akan lebih besar pada orang kulit putih dan orang yang sensitif terhadap cahaya.

Tooth bleaching sendiri merupakan salah satu perawatan kosmetik gigi yang paling populer. Perawatan ini menggunakan hidrogen peroksida untuk menghilangkan noda yang berasal dari anggur merah, teh, kopi, dan rokok.

Sinar UV diklaim dapat mengaktivasi proses oksidasi dan meningkatkan efisiensi dari proses bleaching ini. Namun, penulis dari artikel ini menyatakan bahwa sangat sedikit bukti yang mendukung klaim ini. Dan penelitian baru mereka ini menemukan tidak ada keuntungan yang diberikan sinar UV dalam proses bleaching.

UV Light-enhanced Tooth Bleaching Dangerous To Eyes and Skin, Study Shows



Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Dukung selalu Gigi Sehat Badan Sehat di setiap kunjungan Anda:

100 Blog Indonesia Terbaik
100 Blog Indonesia Terbaik

My site was nominated for Best Foreign Language Blog!

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Efek Buruk Penggunaan Sinar UV Pada perawatan Bleaching”  »»