Laporan dari Food and Drug Admnistration hari Rabu lalu (27 Mei) memberikan peringatan yang lebih keras dan batas dosis maksimum yang baru terhadap penggunaan obat analgesik yang mengandung acetaminophen atau paracetamol. Disebutkan pula tentang adanya peningkatan resiko dari kerusakan hati.
Acetaminophen merupakan salah satu obat analgesik yang paling banyak digunakan untuk mengurangi rasa nyeri. FDA mengatakan bahwa ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa hepatotoxicity (keracunan hati) akibat acetaminophen disebabkan karena kurangnya kesadaran konsumen tentang kandungan acetaminophen di dalam obat-obatan yang mereka gunakan.
Konsumen mungkin banyak yang tidak mengetahui bahwa acetaminophen banyak terkandung di berbagai macam produk obat yang dijual bebas di masyarakat. Sehingga banyak pula tidak menyadari bahwa dosis acetaminophen yang mereka konsumsi sudah melebihi batas dosis maksimum karena mereka menggunakan lebih dari satu jenis obat dan tidak mengetahui bahwa obat-obatan yang mereka gunakan itu mengandung acetaminophen.
FDA merekomendasikan untuk meningkatkan usaha pemberian informasi ini bagi publik, label peringatan yang lebih jelas tentang efek samping dari acetaminophen, dan membatasi dosis dari penggunaan obat ini.
FDA telah menurunkan batas dosis maksimum acetaminophen dari 4.000 mg menjadi 3.250 mg per hari. Mereka juga menganjurkan untuk membatasi kekuatan immediate release formulation dari obat dalam bentuk tablet serta mengurangi pilihan penggunaan obat yang mengandung acetaminophen dalam bentuk cair bagi anak-anak.
Di Indonesia, acetaminophen banyak terkandung di dalam obat untuk mengatasi rasa nyeri, sakit kepala, dan penurun panas.
FDA group recommends acetaminophen liver warnings
Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama




Acetaminophen (Paracetamol): Peringatan Lebih Keras Dari FDA Amerika



























