Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT (click)

Persembahan Bukune dan GigiSehatBadanSehat

DENTAL & ORAL HEALTH (click)

Beragam informasi mengenai kesehatan gigi dan mulut.

GENERAL HEALTH (click)

Perluas wawasan Anda mengenai dunia kesehatan.

CELEBRITY & HEALTH (click)

Kumpulan kisah para selebritis dunia dan kesehatannya.





Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Minggu, 28 Februari 2010

In-active



Kami mohon maaf kepada para pembaca, website ini akan inaktif sampai batas waktu yang belum dapat kami tentukan. Dan dalam masa tersebut, pertanyaan melalui email juga tidak dapat kami layani.


Terima kasih dan sehat selalu. :)




-Redaksi GigiSehatBadanSehat-




Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.


Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “In-active”  »»

Kamis, 25 Februari 2010

Langkah-langkah Pemeriksaan Gigi Yang Mengalami Trauma

tooth fracture
Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu diperhatikan oleh dokter gigi dalam melakukan pemeriksaan gigi yang telah mengalami trauma.

Prognosis dari trauma yang meliputi gigi dipengaruhi oleh 3 faktor:
  1. Tingkat kerusakan atau luas dari kerusakan yang dialami. Apakah kerusakan yang dialami meliputi jaringan lain di sekitar gigi, seperti jaringan lunak maupun jaringan keras seperti tulang rahang.
  2. Kualitas dan kesegeraan dari perawatan yang dilakukan setelah terjadi trauma.
  3. Evaluasi dari penatalaksanaan selama masa penyembuhan.

Pemeriksaan Subyektif
Pemeriksaan terhadap pasien trauma gigi harus dilakukan sesegera mungkin setelah terjadinya trauma. Proses pemeriksaannya hampir sama seperti pemeriksaan pada kasus perawatan endodontik.

Anamnesis diperoleh dari keterangan pasien atau orang lain yang mengetahui secara pasti mengenai kondisi yang dialami oleh pasien, meliputi keluhan utama, riwayat terjadinya trauma, dan medical history.


Keluhan utama.
Pasien ditanyakan mengenai keparahan dari rasa sakit dan berbagai gejala signifikan lainnya. Perdarahan pada jaringan lunak memang terlihat sebagai suatu kondisi yang parah, namun apabila terjadi fraktur pada tulang maka rasa sakit yang timbul akan lebih besar dan kondisi ini harus menjadi prioritas utama dalam melakukan perawatan. Selain itu, perlu dicatat juga mengenai durasi dari tiap gejala.

Riwayat terjadinya trauma.
Tanyakan pasien hal-hal berikut ini:
  1. Kapan dan dimana cedera terjadi.
  2. Bagaimana terjadinya cedera.
  3. Perawatan apa saja yang sudah dilakukan sebelum datang ke dokter gigi (operator).
  4. Apakah sebelumnya sudah pernah mengalami trauma yang serupa.
  5. Gejala apa saja yang dirasakan pasien sejak terjadinya trauma (pusing, muntah, sakit kepala, kejang-kejang ataupun konvulsi, pandangan kabur, hilang kesadaran, gangguan pendengaran, pengecapan, penglihatan dan keseimbangan, serta perdarahan dari hidung atau telinga.

Masalah gigi yang dialami sejak trauma (sakit, kegoyangan, sangkutan oklusal, gejala lain pada jaringan sekitar gigi).


Medical history.
  • Riwayat alergi terhadap obat-obatan.
  • Kelaianan seperti gangguan perdarahan, diabetes, epilepsi.
  • Obat-obatan yang sedang dipakai sekarang.
  • Status imunisasi tetanus. Untuk luka bersih, tidak diperlukan booster apabila imunisasi dilakukan sejak 10 tahun yang lalu. Untuk luka kotor, diperlukan booster apabila imunisasi dilakukan lebih dari 5 tahun.


Pemeriksaan Obyektif


Pemeriksaan jaringan lunak.
Lakukan observasi dan palpasi pada jaringan lunak yang cedera. Apabila terjadi terjadi laserasi jaringan lunak dan fraktur gigi perlu dilakukan pula pemeriksaan radiografi karena tidak jarang fragmen gigi tertanam ke dalam jaringan lunak.

Pemeriksaan tulang wajah.Maksila, mandibula, dan TMJ perlu diperiksa secara visual, palpasi, untuk melihat adanya distorsi, malalignment, atau adanya indikasi fraktur. Apabila ada indikasi fraktur lakukan pula pemeriksaan radiografi. Catat juga apabila ada dislokasi dari gigi, sangkutan oklusal, dan perkembangan dari pathosis apikal.

Pemeriksaan gigi.

Gigi yang mengalami trauma harus diperiksa apakah gigi tersebut mengalami fraktur, kegoyangan, perubahan posisi, cedera pada ligamen periodontal dan tulang alveolar, serta trauma pada jaringan pulpa. Periksa pula adanya kemungkinan keterlibatan gigi yang berada di rahang lawannya.

Fraktur email atau keretakan pada mahkota dapat diperiksa dengan indirect light atau transluminasi atau dengan penggunaan dye. Apabila struktur gigi telah hilang, periksa luasnya kehilangan apakah sampai pada batas email, dentin, atau sudah mencapai jaringan pulpa.

Kegoyangan gigi diperiksa dalam segala arah. Apabila ketika gigi digerakkan gigi sebelahnya ikut bergerak, perlu dicurigai adanya fraktur pada tulang alveolar.

Perubahan posisi gigi yang terjadi dapat berupa intrusi, ekstrusi, lateral (labial atau lingual), dan avulsi secara keseluruhan. Tanyakan kepada pasien apakah ada kontak prematur ataupun sangkutan oklusal. Apabila ada perubahan oklusi, perlu dicurigai adanya kemungkinan fraktur rahang atau akar gigi ataupun ekstrusi gigi.

Untuk memeriksa adanya cedera pada jaringan periodontal lakukanlah tes perkusi pada gigi. Pada gigi yang mengalami trauma tanpa adanya fraktur atau perubahan posisi pemeriksaan ini cukup penting untuk melihat adanya kerusakan pada neurovascular bundle yang masuk ke dalam gigi melalui apeks. Kerusakan ini akan menimbulkan adanya kemungkinan terjadinya degenerasi pulpa. Kerusakan ini biasanya ditandai dengan tes perkusi yang positif.

Pemeriksaan vitalitas atau respon pulpa terhadap trauma harus diperiksa pada awal kunjungan dan kunjungan-kunjungan kontrol berikutnya, karena adanya kemungkinan kematian pulpa beberapa bulan setelah trauma. Setelah terjadi trauma, sering pulpa memperlihatkan hasil negatif ketika dilakukan tes vitalitas. Namun, setelah pulpa mengalami pemulihan, dia dapat kembali memperlihatkan hasil positif. Hal yang sebaliknya dapat pula terjadi.


Follow-up Evaluation
Pasien trauma harus dievaluasi cukup sering dan dalam jangka waktu yang cukup panjang untuk memastikan terjadinya pemulihan atau justru terjadinya kerusakan jaringan pulpa dan resorpsi akar.
tooth splint
Pemeriksaan pemulihan pulpa dianjurkan setiap 3-4 minggu sekali dalam 6 bulan pertama, dan untuk selanjutnya setiap 1 tahun sekali. Apabila terjadi inflammatory resorption ataupun nekrosis pulpa maka perlu segera dilakukan perawatan endodontik.


Sumber: Ingle, J.I. and L.K. Bakland. 2002. Endodontics. Ontario: Elsevier.





Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.


Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Langkah-langkah Pemeriksaan Gigi Yang Mengalami Trauma”  »»

Selasa, 23 Februari 2010

Keberuntungan Bill Clinton

bill clinton
Minggu lalu Bill Clinton akhirnya mulai kembali bekerja setelah seminggu sebelumnya dia harus menjalani prosedur operasi jantung darurat. Dalam kesempatan itu, mantan presiden Amerika Serikat ini mendorong anak-anak agar menghindari masalah jantung seperti yang telah dia alami dengan cara makan makanan yang sehat dan rutin berolah raga.

"I'm very, very lucky that I didn't have a much worse set of circumstances," kata Clinton di kantornya yang berlokasi di daerah Harlem. "Everybody knows I went to the doctor last week for a little tune up on my heart. ... I'm glad to be back to work."

Prosedur operasi darurat itu terpaksa dia lakukan karena gagal vena yang dialaminya sebagai komplikasi dari prosedur sebelumnya di tahun 2004. Namun, dia mengatakan kalau sebenarnya akar permasalahannya adalah kebiasaan yang didapatkannya di masa kecil dimana dia memiliki pola makan yang tidak baik.

"I ate too much fried food, too much ice cream, too much everything," katanya. Kebiasaannya inilah yang membuatnya memiliki kadar kolesterol jahat yang cukup tinggi di dalam tubuhnya.

Walaupun menurut dokter prognosis dirinya sekarang adalah "excellent" atau sangat baik, Clinton menggunakan peristiwa ini untuk menarik perhatian masyarakat terhadap epidemi obesitas pada anak-anak yang merupakan salah satu permasalahan yang disampaikan oleh yayasan yang dimilikinya, Clinton Foundation, kepada Alliance for a Healthier Generation.
bill clinton

"Many, many young people are facing exactly the same circumstances I did unless they change their eating and exercise habits," katanya. "They may or may not be as lucky as I was."



Source:
People.com "Bill Clinton on Health Scare: I Was Very, Very Lucky".




Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.


Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Keberuntungan Bill Clinton”  »»

Minggu, 21 Februari 2010

Bagaimana Membedakan Fibromyalgia dengan Sakit Biasa?

headache
Fibromylgia merupakan suatu kelainan rasa sakit yang bersifat kronis yang terkadang kita sulit membedakannya dengan rasa sakit biasa akibat kondisi ataupun penyakit-penyakit tertentu. Padahal perawatan fibromyalgia tentunya berbeda dengan perawatan penyakit-penyakit yang lain tersebut. Lantas bagaimana cara membedakannya?


Selengkapnya...








Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.


Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Bagaimana Membedakan Fibromyalgia dengan Sakit Biasa?”  »»

Jumat, 19 Februari 2010

Tentang Shrinkage Komposit

composite filling
Yang selalu menjadi masalah dalam penambalan komposit adalah proses polimerisasi. Hal itu terjadi ketika operator menyinari tambalan dough-like ini dengan sinar yang memiliki energi tinggi. Hal ini memicu molekul kecil yang belum berikatan atau istilahnya monomer untuk saling berikatan membentuk rantai polimer. Dalam proses ini, terlibatlah hukum dasar kimia yang akan menimbulkan masalah, dimana reaksi kimia yang menyatukan monomer-monomer akan menyebabkan mereka mengalami sedikit penyusutan.

Proses penyusutan ini akan membentuk celah antara bahan tambal komposit dengan dinding kavitas dengan persentasi penyusutan berkisar antara 1,67 sampai 5,68 persen. Penyusutan ini dapat menyebabkan karies sekunder dan sensitivitas gigi post operatif.

Dalam penambalan komposit, ada beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap kualitas marginal sealing dari tambalan, diantaranya configuration factor, teknik penambalan, sistem bonding, dan modulasi dari light curing.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, hukum dasar kimialah yang menyebabkan penyusutan volume dari komposit ini. Ketika monomer-monomer saling berikatan, hubungan mereka menjadi lebih rapat dan padat. Proses ini dikenal dengan nama double bond conversion atau secara singkat sering disebut dengan conversion.

Secara biokimia yang terjadi di sini adalah reactive vinyl group dari monomer membentuk ikatan kovalen, yang artinya mereka berbagi satu atau lebih dari sepasang elektron dan monomer-monomer itu pun saling terjalin satu sama lain seperti hubungan pada rantai. Transformasi biokimia inilah yang menyebabkan volume monomer berkurang dan terjadilah penyusutan.

Tekanan penyusutan dari proses curing komposit akan mengakibatkan dislokasi dari permukaan yang baru di-bonding dan menciptakan pembukaan marginal. Konsekuensi dari proses ini dianalisis oleh Feilzer dan ilmuwan lain dan dijelaskan melalui rasio dari daerah dinding permukaan bahan restorasi yang melekat dengan permukaan preparasi gigi dengan dinding bahan restorasi yang tidak melekat yang biasa dikenal dengan istilah configuration factor atau c-factor.

C-factor dari bahan restorasi gigi biasanya berkisar antara 0,1 sampai 0,5, dengan nilai yang lebih tinggi (>1,5) mengindikasikan bahwa bahan tersebut cenderung memiliki tekanan interfacial yang tinggi.


Tahapan-tahapan dari reaksi polimerisasi komposit adalah:
composite polymerization process
1. Aktivasi. Menghasilkan radikal bebas.
2. Inisiasi. Radikal bebas dikombinasikan dengan unit monomer untuk menciptakan bagian awal dari growing chain.
3. Propagasi. Penambahan unit monomer terus dilanjutkan.
4. Terminasi. Penghentian dari growing chain yang dihentikan oleh satu atau beberapa peristiwa.




Source:


Bowman, C. and J. Stansbury. 2006. Building a Better Dental Composite. National Institute of Dental and Craniofacial Research.


Roberson, T.M.; H.O. Heymann; and E.J. Swift. 2002. Sturdevant's Art & Science of Operative Dentistry 4th Ed. Missouri: Mosby Inc.



Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.


Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Tentang Shrinkage Komposit”  »»

Kamis, 18 Februari 2010

Mengapa Pulpa Yang Mengalami Pulpitis Irreversible Tidak Dapat Kembali Normal?

toothache
Pada dasarnya pulpa merupakan jaringan ikat yang sama seperti jaringan ikat yang berada di bagian tubuh yang lain. Namun, ada beberapa faktor yang membuatnya berbeda dalam memberikan respon terhadap iritasi:

  1. Hampir seluruh bagian pulpa dikelilingi oleh jaringan keras, sehingga membatasi pulpa untuk membengkak dan hal ini mengakibatkan terbatasinya kemampuan pulpa untuk mentolerir edema.
  2. Pulpa hampir tidak memiliki sistem sirkulasi kolateral sehingga mengurangi kemampuannya dalam menghadapi bakteri, jaringan nekrotik, dan inflamasi.
  3. Pulpa mengandung sel unik yaitu odontoblas. Pulpa dapat membentuk jaringan keras berupa dentin reparatif untuk melindungi dirinya dari cedera.

Penelitian telah menunjukkan bahwa pulpa yang cedera dapat pulih kembali, namun derajat cedera dimana pulpa masih dapat pulih kembali ini masih belum diketahui.

Pada pulpitis reversible, inflamasi biasanya terlokalisir pada daerah di bawah tubulus dentin yang terpapar iritan. Apabila iritan dihilangkan, maka proses inflamasi reaktif ini pun akan hilang. Pada pulpitis reversible, belum terjadi penetrasi bakteri ke dalam jaringan pulpa.

Pada pulpitis irreversible pulpa telah mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki lagi. Sudah ada keterlibatan dari bakteri yang berpenetrasi ke dalam pulpa. Infeksi dari bakteri ini akan berkembang menjadi mikroabses yang akan berlanjut menjadi nekrosis.

Pada proses inflamasi ini, terjadi vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas vaskular pembuluh darah. Cairan yang keluar dari pembuluh darah akan berakumulasi di daerah interstitial pulpa. Namun, karena pulpa hampir seluruhnya dikelilingi oleh jaringan keras maka tekanan di dalam ruang pulpa akan meningkat. Peningkatan tekanan ini akan menyebabkan gangguan pada proses mikrosirkulasi lokal. Ketika tekanan tersebut lebih besar dari pada tekanan venous, maka vein akan kolaps. Darah pun akan mengalir dari daerah bertekanan tinggi ini ke daerah yang bertekanan rendah.

Tekanan yang terus menerus ini akan menyebabkan terjadinya compromise circulation, darah baru terhambat masuk ke daerah tersebut. Pada jaringan sehat, terhambatnya aliran darah tidak terlalu berakibat fatal. Namun pada jaringan yang sedang mengalami peradangan, compromise circulation akan menyebabkan terakumulasinya iritan seperti injurious enzym, faktor-faktor kemotoksik, dan toksin bakteri.

Dengan bertambahnya proses inflamasi, jaringan pulpa akan terus mengalami disintegrasi di bagian tengahnya membentuk regio liquefaction necrosis yang akan terus bertambah. Karena kurangnya sistem sirkulasi kolateral dan dinding dentin yang mengelilingi pulpa, maka tidak cukup drainase dari cairan inflamasi. Hal ini mengakibatkan terjadinya peningkatan tekanan jaringan yang terlokalisir, yang menyebabkan proses kerusakan akan semakin berkembang sampai keseluruhan jaringan pulpa mengalami nekrosis.
tooth pulp

Perkembangan dari liquefaction necrosis bervariasi, dimana kecepatannya berhubungan dengan kemampuan jaringan untuk mendrainase atau menyerap cairan inflamasi untuk mengurangi tekanan intrapulpa.


Source: Ingle, J.I.; and L.K. Bakland. 2002. Endodontics. Ontario: Elsevier.




Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.


Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Mengapa Pulpa Yang Mengalami Pulpitis Irreversible Tidak Dapat Kembali Normal?”  »»

Selasa, 16 Februari 2010

Berbagai Pilihan Minuman Olah Raga

sport drink
Berolah raga sudah seharusnya membuat tubuh kita sehat dan bugar. Namun, apabila Anda merasa memiliki masalah-masalah berikut ini ketika berolah raga Anda dapat mencoba mengatasinya dengan memilih minuman yang tepat.

Ketika berolah raga badan terasa lelah dan lemas.
Minumlah secangkir teh hijau 20 sampai 30 menit sebelum berolah raga. Kafein yang terkandung di dalamnya akan membuat tubuh Anda lebih segar dan Anda pun akan menjadi lebih bersemangat. Antioksidan yang juga terkandung di dalamnya akan menambah daya tahan tubuh Anda.

Ketika berolah raga otot terasa kaku dan sakit.
Air kelapa merupakan pilihan minuman yang tepat. Minuman ini mengandung potassium 15 kali lebih banyak dibandingkan sport drink, namun dengan kalori yang cukup kecil yaitu kurang dari 50 kalori dalam satu cangkirnya. Potassium merupakan suatu zat yang sangat manjur untuk mencegah terjadinya keram otot. Minumlah sebelum ataupun selama berolah raga.

Setelah berolah raga, keesokan badan terasa pegal.
Pilihlah susu coklat untuk kasus seperti ini. Susu coklat memiliki kandungan kalsium serta rasio protein dan karbohidrat yang sangat bagus untuk membantu memulihkan kondisi otot Anda. Minumlah 30 menit setelah berolah raga.

sport drink
Ketika berolah raga tubuh banyak mengeluarkan keringat.
Untuk kondisi seperti ini, sport drink yang memiliki kandungan gula dan elektrolit merupakan pilihan yang bagus. Pilihlah sport drink yang tidak mengandung bahan pewarna, perasa artifisial, dan bahan pengawet. Minumlah beberapa teguk setiap 15-20 menit ketika berolah raga.


Source: Drink This for a Better Run




Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.


Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Berbagai Pilihan Minuman Olah Raga”  »»

Sabtu, 13 Februari 2010

Mariah Carey Membuat Si Kecil Molly Tersenyum Lebar

mariah carey angels advocate
Selama 3 tahun ke belakang Molly kecil telah keluar masuk rumah sakit karena penyakit yang dideritanya, pneumonia dan infeksi RSV. Dan di bulan April mendatang, Molly akan melaksanakan operasi untuk membuang ginjal kiri dan merekonstruksi kandung kemihnya. Sambil menunggu peristiwa yang bisa dibilang sangat besar bagi seorang gadis cilik sepertinya, tiba-tiba Molly mendapat kejuatan yang tidak disangkanya dari seorang penyanyi wanita papan atas, Mariah Carey.

Molly memang tumbuh bersama dengan musik Mariah Carey. Karena ayahnya, Brendan, memang penggemar berat dari penyanyi yang memiliki single no.1 terbanyak kedua setelah The Beatles ini. Molly pun banyak menghabiskan waktunya dengan mendengar, bernyanyi, dan menari dengan lagu-lagunya Mariah yang dia panggil dengan sebutan "Ariah". Walaupun tubuhnya dihinggapi berbagai macam penyakit, Molly tetap memiliki semangat yang tinggi.

Brendan menceritakan bahwa selama beberapa tahun ke belakang ini, Molly dan keluarga kami harus melalui tantangan yang cukup berat. Dan sejak album Mariah Carey terbaru, Memoirs of an Imperfect Angel dirilis, lagu favorit Molly adalah Angels Cry.

"I do believe that everyone has a guardian angel watching over them and Molly has found a true connection to 'Ariah's' music. Through the last three imperfect years, Molly has had many angels looking over her," kata Brendan.

molly mariah careyLalu kemarin, 12 Februari 2010, Molly mendapatkan sebuah kejutan di kotak pos rumahnya. Rupanya Mariah Carey dan tim-nya telah mengirimkan berbagai merchandise yang telah ditanda-tangani langsung oleh sang diva.

molly mariah careyDari senyum Molly, kita tahu bahwa si kecil ini betul-betul sangat bahagia dengan kejutan yang telah diterimanya ini. "A very big thank you to Mariah's entire team, and to Maroon Entertainment! Thank you from the bottom of our hearts to M for taking the time to put this deep of a smile on my little girl's face! My entire family and Molly will never forget this! Molly will have these items for the rest of her adventure and has a very special story to tell," ungkap Brendan.

Sebelumnya, Brendan telah merekam aksi Molly menyanyikan Angels Cry dan meng-uploadnya ke Youtube. Videonya ini pun ditampilkan di salah satu situs fans Mariah Carey yang cukup populer, Mariah Daily Journal. Rupanya video ini menarik perhatian Mariah sehingga dia memutuskan untuk memberikan sebuah kejutan bahagia bagi si kecil Molly.

Get well soon Molly, keep those beautiful smile on your face!


Source: Mariah Puts a Big Smile on Little Molly's Face








Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.


Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Mariah Carey Membuat Si Kecil Molly Tersenyum Lebar”  »»

Minggu, 07 Februari 2010

Beberapa Tips Dalam Pembuatan Gigi Tiruan Lepasan

removable denture
Berikut ini kami berikan beberapa tips dan pedoman yang mudah-mudahan berguna ketika Anda melakukan pembuatan gigi tiruan lepasan. Apabila Anda juga memiliki tips ataupun trik dalam pembuatan protesa lepasan, Anda dapat membagikannya kepada kami melalui kotak komentar yang ada di bawah artikel ini.


Tips memperbaiki gigi tiruan yang sayapnya terlalu panjang

Gunakan pasta putih dari ZnOE dan oleskan pada bagian sayap gigi tiruan. Pasang gigi tiruan dalam mulut, dan gerakan bibir dan pipi pasien seperti ketika kita melakukan muscle trimming. ZnOE pada bagian sayap yang terlalu panjang akan terhapus.

Lakukan sedikit penggerindaan pada bagian sayap tersebut, namun jangan terlalu banyak. Bagian sayap yang terlalu banyak dikurangi akan menyebabkan hilangnya atau bocornya seal yang merupakan salah satu elemen dari retensi gigi tiruan lepasan.

PS: terkadang apabila tidak ada pasta putih ZnOE, beberapa teman menganjurkan untuk menggunakan pasta gigi.


Tips uji coba landasan dan tanggul gigitan

Periksa adaptasi landasan. Untuk full denture, Anda dapat menggunakan spatel semen yang diselipkan di antara tanggul gigitan. Beri ungkitan kecil pada tiap bagian, apabila tanggul gigitan masih dapat bergerak berarti landasan gigi tiruan belum beradaptasi dengan baik.

Periksa dukungan terhadap bibir dan pipi. Untuk gigi tiruan sebagian lepasan, sesuaikan dengan lengkung gigi yang masih ada.


Tips menentukan dimensi vertikal

Pertama-tama dengan menentukan physiological rest position (PRP). Biasanya untuk memperoleh PRP pasien diinstruksikan untuk merilekskan otot rahang dan mengucapkan "mmm".

Namun, terkadang pasien merasa kesulitan untuk merilekskan otot rahangnya sehingga PRP yang didapat lebih pendek dari yang seharusnya.

Salah satu cara untuk mengatasinya, instruksikan pasien untuk mengucapkan "aaaaeeemmm" secara perlahan-lahan. Pasien akan sedikit membuka mulutnya ketika mengucapkan huruf "aaa", lalu pada saat kedua bibir pasien mulai berkontak ketika mengucapkan "eeemmm", instuksikan pasien untuk menahan posisi tersebut lalu ukur PRP dari subnasion ke gnation (buat titik pedomannya terlebih dahulu).

Setelah PRP didapat, kurangi 2-3mm untuk mendapatkan dimensi vertikal. Biasanya dipakai ukuran 3 mm untuk free way space.


Syarat menentukan DV dengan oklusal stop

Apabila pasien masih memiliki oklusal stop, dimensi vertikal dapat langsung ditentukan dengan mengoklusikan gigi secara sentrik.

Pasien dikatakan masih memiliki oklusal stop apabila masih ada minimal 3 titik kontak oklusi: satu di anterior, dua di posterior pada masing-masing sisi dari rahang.


Menentukan oklusi sentrik tanpa alat

Oklusi sentrik dapat ditentukan dengan alat Gothic Arch Tracer. Tanpa alat tersebut, Anda juga dapat memperoleh oklusi sentrik dari pasien dengan cara:

1. Oklusikan gigi sambil menelan ludah.
2. Dorong dagu pasien ke belakang saat pasien mengoklusikan giginya. Kepala pasien dalam keadaan bersandar pada head rest kursi.
3. Instruksikan pasien untuk menyentuh bagian palatum paling posterior dengan menggunakan lidahnya, lalu oklusikan gigi.
4. Instruksikan pasien untuk mendongakkan kepalanya sejauh mungkin, lalu secara perlahan oklusikan gigi.

Lakukanlah paling tidak 2 dari metode-metode di atas untuk menemukan posisi oklusi sentrik yang paling posterior. Biasanya metode mendongakkan kepala selalu berhasil mendapatkan posisi sentrik yang optimal.


Fiksasi tanggul gigitan

Dalam pembuatan gigi tiruan penuh, apabila sudah didapatkan relasi sentrik setelah melakukan uji coba landasan dan tanggul gigitan, maka tanggul gigitan kedua rahang perlu difiksasi untuk mempertahankan posisi sentrik ini.

Caranya dapat dengan menggunakan potongan hecter yang sudah dipanaskan, lalu ditusukan pada tanggul gigitan. Perlu diingat, potongan hecter tidak boleh diletakkan pada garis orientasi median.


Tips insersi gigi tiruan lepasan

Periksa adaptasi: tekan-tekan tiap bagian gigi tiruan dari arah oklusal (bagian kanan, kiri, depan, belakang). Apabila terungkit ataupun tergoncang, maka adaptasi gigi tiruan tersebut masih kurang. Lakukan relining.

Periksa letak komponen retainer maupun oklusal rest: harus berada pada tempat atau posisi yang seharusnya.

Periksa retensi: Lepas gigi tiruan dengan menggunakan tekanan yang ringan, gerakan otot bibir dan pipi seperti ketika mengunyah.

Oklusi sentrik: periksa dengan menggunakan kertas artikulasi. Tidak boleh ada kontak prematur. Kontak prematur pada gigi tiruan lepasan dapat mengakibatkan resorpsi tulang alveolar.

Stabilisasi: Gunakan kertas artikulasi dan gerakan rahang bawah ke arah lateral kiri dan kanan. Teraan kertas artikulasi harus merata, apabila tidak merata berarti ada sangkutan atau interference yang akan mengganggu stabilisasi.

Periksa estetik dan kenyamanan pasien.


Tips mencetak AH line

AH line penting untuk mendapatkan letak perluasaan landasan rahang atas yang tepat pada bagian posterior.

Untuk mendapatkannya, instruksikan pasien untuk mengucapkan "aaa" pada saat dilakukan pencetakan dengan menggunakan sendok cetak pribadi.

Atau dengan cara lain yaitu, pasien diinstruksikan untuk menutup hidungnya dengan tangan lalu menghembuskan nafasnya ke arah hidung. Dengan begitu palatum lunak akan turun.


Pembuatan escape hole

Escape hole pada sendok cetak pribadi dibuat dengan tujuan untuk membantu mengalirkan bahan cetak agar bahan cetak tidak menekan jaringan.

Escape hole terutama dibuat pada daerah palatum. Apabila tidak dibuat escape hole pada bagian palatum, bahan cetak memerlukan jarak yang cukup jauh untuk mengalir keluar (dari palatum ke linggir alveolar, baru keluar melalui pinggiran sendok cetak). Dengan dibuat escape hole pada bagian palatum, maka bahan cetak akan langsung keluar melalui escape hole tanpa harus melalui jarak yang cukup jauh tadi.

Terkadang escape hole perlu dibuat pada daerah puncak linggir alveolar apabila terdapat jaringan flabby pada daerah tersebut.

removable denture

Patokan menentukan estetik gigi tiruan lepasan

Sesuaikan panjang gigi yang terlihat dengan high lip line, dan lebar 6 gigi anterior dengan caninus line.

Sesuaikan dengan median line wajah untuk mendapatkan kesimetrisan.

Sesuaikan warna gigi dengan warna kulit, usia ataupun gigi yang masih ada.

Sesuaikan bentuk gigi dengan bentuk wajah, bukan dengan jenis kelamin.




Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.


Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Beberapa Tips Dalam Pembuatan Gigi Tiruan Lepasan”  »»

Jumat, 05 Februari 2010

Tips Diet dan Olahraga dari Carrie Underwood

carrie underwood
Penyanyi cantik jebolan American Idol, Carrie Underwood, ingin membagikan pengalamannya mengenai rutinitas diet dan olah raga yang dijalaninya.


Selengkapnya...






Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.


Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Tips Diet dan Olahraga dari Carrie Underwood”  »»

Kamis, 04 Februari 2010

Hari Kanker Sedunia: "Kanker Juga Dapat Dicegah"

world cancer day
Setiap tahun ada lebih dari 12 juta orang didiagnosis menderita kanker, dan 7,6 juta orang meninggal akibat penyakit mematikan ini. Dan saat ini, kanker masih menjadi juara sebagai penyebab kematian di seluruh dunia. Betulkah kanker dapat dicegah?

Hal ini mungkin bisa menjadi kabar baik bagi Anda yang masih memiliki tubuh sehat dan belum tersentuh oleh sel kanker, Kanker Juga Dapat Dicegah!. Sekitar 40% dari kasus kanker memiliki potensi untuk dicegah.

Tanggal 4 Februari ini, International Union Against Cancer didukung oleh World Health Organization meluncurkan kampanye dengan tema tahun ini “Cancer can be prevented too”. Kampanye ini menekankan bahwa resiko perkembangan kanker dalam tubuh kita dapat dikurangi secara signifikan melalui beberapa tindakan yang sangat sederhana:

  1. Menghentikan penggunaan tembakau dan hindari paparan terhadap asap rokok.
  2. Kurangi konsumsi alkohol.
  3. Hindari paparan sinar matahari yang berlebihan.
  4. Jaga berat badan yang sehat, melalui makanan sehat dan olah raga rutin.
  5. Lindungi diri dari infeksi penyebab kanker.


Apa saja yang dapat Anda lakukan di Hari Kanker Sedunia ini? Ada beberapa hal yang dapat kami usulkan:


Pengguna Facebook atau Friendster

Pasang pesan ini di status atau notes:

Hari Kanker Sedunia, 4 Februari


5 langkah mencegah kanker:
Menghentikan penggunaan tembakau dan hindari paparan terhadap asap rokok.
Kurangi konsumsi alkohol.
Hindari paparan sinar matahari yang berlebihan.
Jaga berat badan yang sehat, melalui makanan sehat dan olah raga rutin.
Lindungi diri dari infeksi penyebab kanker.

Atau hanya dengan memasang link halaman ini:
http://gigisehatbadansehat.blogspot.com/2010/02/hari-kanker-sedunia-kanker-juga-dapat.html


Pengguna Twitter atau Plurk

Pasang status ini:

Hari Kanker Sedunia: Kanker Juga Dapat Dicegah

Atau

World Cancer Day: Cancer Can Be Prevented Too

Atau

5 langkah cegah kanker: http://tinyurl.com/yktcnso


Mengirim E-Card World Cancer Day:

Official World Cancer Day's E-Card 


Source: UICC




Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.


Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Hari Kanker Sedunia: "Kanker Juga Dapat Dicegah"”  »»

Rabu, 03 Februari 2010

Kekurangan Vitamin D Dapat Memperparah Asma

asthma
Bagi Anda yang menderita penyakit asma, jangan sampai Anda kekurangan vitamin D. Karena sebuah penelitian baru menemukan bahwa kondisi asma akan lebih parah pada mereka yang kekurangan asupan vitamin "sinar matahari" ini.

Tidak hanya dapat memperbaiki kondisi asma, ternyata vitamin D juga dapat memperbaiki fungsi paru-paru dan membuat penderita asma memiliki respon yang lebih baik terhadap perawatan asma. Dikatakan peneliti bahwa vitamin D berperan memperbaiki sistem kekebalan tubuh serta respon tubuh terhadap obat-obatan steroid terapi asma.

Dr. Michael F. Holick, pimpinan dari Vitamin D, Skin and Bone Research Laboratory di Boston University School of Medicine, mengatakan bahwa semua orang yang sedikit mendapat asupan vitamin D sudah seharusnya menambah asupan vitamin D melalui suplemen makanan, baik mereka itu penderita asma ataupun bukan.

Holick menambahkan bahwa penderita asma harus mendapat asupan vitamin D minimal 1.400 sampai 2.000 IU. Dan apabila Anda juga menderita kelebihan berat badan ataupun obesitas, maka Anda mungkin perlu 1,5 sampai 2 kali lipat lebih banyak dari dosis tersebut karena lemak dapat merusak vitamin D.
sun shine

Vitamin D merupakan vitamin yang biasa didapatkan melalui sinar matahari maupun minyak ikan. Menurut U.S. National Institutes of Health rekomendasi asupan vitamin D bagi orang dewasa normal adalah sekitar 400 IU sampai 600 IU, tergantung dari usianya.


Source: Too Little Vitamin D May Worsen Asthma




Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.


Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Kekurangan Vitamin D Dapat Memperparah Asma”  »»

Selasa, 02 Februari 2010

Telur, Sehat Atau Tidak?

fried egg
Telur merupakan salah satu sumber protein yang banyak dikonsumsi dan digemari orang. Namun, masih banyak orang yang mempertanyakan tentang baik tidaknya telur untuk kesehatan. Anda tahu jawabannya?

Telur sempat dianggap sebagai makanan yang mengandung kolesterol yang dapat menjadi kontributor terhadap penyakit jantung. Kenyataannya, yang menjadi penjahat utamanya bukanlah kolesterol melainkan saturated dan trans fats (yang nantinya oleh tubuh kita akan diubah menjadi kolesterol penyumbat pembuluh darah arteri).

Jadi, apakah telur mengandung lemak jenuh (saturated fats) yang cukup tinggi? Tergantung bagaimana Anda mengolahnya. Apabila Anda memasak telur dengan cara digoreng menggunakan mentega (bukan margarine), maka telur goreng tersebut akan mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi.

egg
Telur itu sendiri sebenarnya mengandung nutrisi yang baik untuk kesehatan. Dan sekarang, para ahli kesehatan menyatakan bahwa telur itu aman bagi kesehatan apabila Anda mengkonsumsinya tidak lebih dari 1 butir telur sehari. Selain itu juga perlu diimbangi dengan mengurangi makanan lain yang juga merupakan sumber kolesterol, misalnya daging merah.

Standarnya, dalam sehari Anda tidak boleh mengkonsumsi kolesterol lebih dari 300 mg. Dan 1 butir telur hanya mengandung 213 mg kolesterol, masih tergolong aman!


Source: Eggs, Eat Them or Avoid Them?




Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.


Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Telur, Sehat Atau Tidak?”  »»