Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT (click)

Persembahan Bukune dan GigiSehatBadanSehat

DENTAL & ORAL HEALTH (click)

Beragam informasi mengenai kesehatan gigi dan mulut.

GENERAL HEALTH (click)

Perluas wawasan Anda mengenai dunia kesehatan.

CELEBRITY & HEALTH (click)

Kumpulan kisah para selebritis dunia dan kesehatannya.





Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Rabu, 28 Juli 2010

Konsultasi Kesehatan 28 July 2010

Pertanyaan:
bila sudah menggunakan gigi palsu selama satu tahun. apakah bisa tumbuh kembali bila tdk dipergunakan lagi giginya ?


Dea, 18 thn, Kisaran.




Jawaban:

Wah, Dea gak ada email ya? Dijawab disini aja ya. Dea, gigi tetap yang sudah tanggal alias copot, bisa karena dicabut atau karena terlepas sendiri tidak akan dapat tumbuh lagi.

Untuk menggantinya, harus dibuatkan gigi tiruan. Ada gigi tiruan yang dapat dilepas, ada yg ditempelkan ke gigi yang masih ada di dalam mulut (gigi tiruan bridge), ada juga yang ditanam ke dalam gusi (implan gigi).

Namun, sekarang peneliti memang sedang mengembangkan metode untuk menumbuhkan gigi kembali dengan menggunakan yang namanya stem cell. Tapi ini masih dalam tahap penelitian, belum selesai. Dan kalau pun penelitian ini selesai dan sudah dapat diaplikasikan ke manusia, pasti biaya perawatannya akan jauh lebih mahal dibandingkan perawatan gigi tiruan yang ada sekarang.



Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Konsultasi Kesehatan 28 July 2010”  »»

Senin, 26 Juli 2010

Charice Memakai Botox Demi Main Di Serial Glee?

Penyanyi remaja asal Filipina, Charice, sempat dikabarkan menggunakan botox demi tampil di serial musikal sukses, Glee. Kabar ini pun sempat menjadi trending topic di Twitter. Apa alasan Charice? Betulkan di usianya yang masih 18 tahun dia sudah memiliki kerutan di wajahnya?

Dalam sebuah konferensi pers di negara asalnya, Filipina, Charice mengakui bahwa dia menggunakan botox dan sebuah prosedur pencerah wajah yang disebut Thermage agar dirinya terlihat lebih segar di depan kamera. Perawatan kecantikan ini dipercayakan Charice kepada seorang dermatologis Filipina, Vicki Belo. Belo diminta Charice untuk mengubah bentuk wajahnya yang bundar.

Belo mengatakan bahwa dia menemukan wajah Charice semakin lebar. Dan dia menyalahkan kondisi ini sebagai akibat dari kebiasaan Charice mengunyah permen karet. "Otot pengunyah kita, bila sering digunakan untuk mengunyah permen karet, dia akan semakin membesar," kata Belo.

Charice menambahkan bahwa dirinya merasa tertekan untuk tampil cantik dalam serial sukses tersebut, dimana dia akan bermain sebagai lawan Rachel yang diperankan ole Lea Michele.

Namun, pihak Charice membantah kalau Charice menggunakan botox untuk tujuan kosmetik. Tujuan Charice menggunakan botox hanyalah untuk mengatasi kondisi nyeri otot rahang yang diderita Charice. Kemungkinan, kondisi nyeri rahang ini diakibatkan oleh kelainan sendi rahang yang bisa jadi karena pengaruh kebiasaannya mengunyah permen karet.

Charice Pempengco merupakan penyanyi remaja yang mulai mencuat namanya sejak tampil di acara Oprah dalam episode "World's Smartest Kids". Dengan suara emasnya, Charice berhasil memukau penonton Oprah dengan membawakan lagu I Have Nothing dari idolanya, Whitney Houston. Mulai saat itu, Charice semakin sering tampil di berbagai acara di Amerika Serikat, bahkan dia sampai dilirik produser musik ternama David Foster.


Source: people.com

Video: Charice singing "I Have Nothing" live on Oprah





Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Charice Memakai Botox Demi Main Di Serial Glee?”  »»

Rabu, 21 Juli 2010

Rahasia Mulut Tetap Segar Selama Berpuasa

Tidak terasa sebentar lagi kita akan kembali berjumpa dengan bulan Suci Ramadhan. Sudah siap berpuasa? Untuk menyambut bulan suci Ramadhan, kami ingin berbagi tips sederhana bagaimana menjaga mulut agar tetap segar dan meminimalisir bau mulut selama berpuasa.

Bau mulut memang dapat disebabkan oleh berbagai hal (klik untuk mengetahui berbagai penyebab bau mulut). Salah satunya adalah berpuasa. Namun, sebenarnya bau mulut saat berpuasa dapat dihindari dengan mudah.

Berikut adalah 4 langkah sederhana untuk mencegah timbulnya bau mulut saat berpuasa:

Sikatlah gigi setelah makan sahur.
Tentu tujuannya agar rongga mulut Anda tetap bersih selama berpuasa sampai waktu berbuka tiba. Jangan lupa sikat pula gigi sebelum Anda tidur malam. Selain gigi, lidah Anda juga perlu disikat sewaktu menyikat gigi, karena lidah juga dapat menjadi tempat melekatnya partikel makanan dan plak. (Klik untuk melihat video cara menyikat gigi).

Gunakan benang gigi setelah makan sahur.
Benang gigi sangat efektif untuk membersihkan plak yang ada di sela-sela gigi. Seringkali setelah menyikat gigi masih ada plak yang tertinggal di daerah ini. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya bau mulut, padahal Anda sudah menyikat gigi. Cobalah Anda bersihkan gigi menggunakan benang gigi dan rasakan bedanya. Gigi akan terasa lebih kesat bersih dan mulut pun terasa lebih segar, bahkan tanpa menggunakan obat kumur sekalipun.

Jangan tinggalkan berkumur ketika wudhu.
Ada beberapa orang yang berkeyakinan bahwa kita tidak boleh berkumur selama berpuasa, sehingga ketika berwudhu mereka melewatkan sunnah berkumur. Kami sendiri mendukung pendapat yang menyatakan bahwa berkumur tidak membatalkan puasa. Selama air tidak ditelan untuk memuaskan nafsu dahaga, berkumur boleh-boleh saja dilakukan selama berpuasa. Selain itu, berkumur dapat mencegah mulut kering yang dapat menjadi salah satu penyebab bau mulut.

Cukupkan konsumsi sayur, buah, dan air.
Selain untuk menyegarkan badan selama berpuasa, konsumsi air yang cukup juga dimaksudkan untuk mencegah dehidrasi dan mulut kering.

Periksa ke dokter gigi.
Ya, hal ini tidak boleh ditinggalkan. Karena berbagai penyakit di dalam rongga mulut juga dapat menimbulkan bau mulut, diantaranya gigi berlubang, penyakit gusi, dan lain sebagainya.




Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Rahasia Mulut Tetap Segar Selama Berpuasa”  »»

Sabtu, 17 Juli 2010

Jessica Biel Buka Rahasia Diet

Tidak diragukan lagi, aktris Jessica Biel adalah wanita yang fit, sehat, dan hot! Dalam majalah Glamour UK terbaru, Biel mengungkap rahasia hidup sehat yang dijalaninya.

Rutinitas yang biasa dilakukan Biel adalah berolah raga dua sampai tiga hari dalam seminggu dengan pelatih pribadi, dan beberapa latihan yang dilakukannya setiap hari. Biel mengungkap bahwa dia melakukan segala yang dia bisa, mulai dari pergi ke gym, hiking, sampai latihan balet.

Untuk diet atau pola makan yang dia lakukan, Biel menghindari makanan seperti roti, produk susu, gula, garam, dan daging. Apakah ini mutlak? Biel menjawab, "Tidak."

Biel menambahkan bahwa dia memang biasa makan makanan yang sehat sepanjang minggu, namun biasanya dia memberikan satu hari libur dimana dia dapat memakan apa saja yang dia mau pada hari itu. Menurut Biel itu merupakan suatu keharusan. Karena menurutnya, Anda bisa menjadi gila kalau tidak memakan makanan tersebut sama sekali.

Jessica Biel mengatakan dalam majalah tersebut, "I'm not a perfect person who doesn't mess up, eat bad, not work out...I do all those things."


Source: healthyhollywood.com



Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Jessica Biel Buka Rahasia Diet”  »»

Jumat, 16 Juli 2010

Hanya Batuk, Atau Kanker Paru-Paru?

Gejala awal dari kanker paru-paru seringkali mirip dengan gejala infeksi saluran napas pada umumnya. Lalu bagaimana kita mengetahui bahwa gejala seperti batuk yang kita alami merupakan suatu gejala kanker atau bukan?

Secara umum, dokter akan menaruh curiga adanya kemungkinan kanker paru apabila gejala infeksi saluran napas tidak membaik relatif cepat dengan perawatan infeksi standar yang biasa dilakukan, seperti pemberian antibiotik atau terapi pernapasan lainnya.

Apabila setelah pemberian perawatan standar ini gejala infeksi saluran napas tidak sembuh dalam satu atau dua minggu, biasanya dokter akan menganjurkan untuk melakukan foto roentgen dada ataupun terkadang CT scan dada. Kecuali kalau memang ada penjelasan lain mengapa gejala infeksi tersebut tidak membaik, misalnya karena antibiotik yang diberikan ternyata tidak sesuai dengan infeksi tersebut.

Kemungkinan bahwa gejala tersebut merupakan suatu kanker dapat meningkat apabila di anggota keluarga pasien ditemukan riwayat kanker. Apalagi bila disertai dengan adanya riwayat penurunan berat badan yang drastis dari pasien. Walaupun gejala penurunan berat badan tersebut dapat pula terjadi akibat penyakit seperti TB atau infeksi jamur.

Secara umum, yang perlu diwaspadai oleh pasien dengan gejala infeksi saluran napas untuk mengetahui bahwa kondisi yang dideritanya suatu kanker atau bukan adalah dengan melalui tanda-tanda seperti meningkatnya frekuensi batuk, napas yang pendek, batuk yang mengeluarkan darah, ataupun penurunan berat bedan. Kondisi seperti harus segera dikonsultasikan dengan dokter.


Source: New York Times




Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Hanya Batuk, Atau Kanker Paru-Paru?”  »»

Senin, 12 Juli 2010

Gadget Baru Dokter Gigi Untuk Menghilangkan Rasa Takut Pasien

Salah satu profesi yang mungkin cukup ditakuti orang adalah dokter gigi. Berbagai cara dan metode pun telah dikembangkan untuk mengatasi rasa takut pasien dalam melakukan perawatan gigi. Kini sebuah alat baru diklaim tidak hanya mengurangi, namun dapat menghilangkan rasa cemas dan takut pasien gigi. Pasien pun akan menjalani perawatan gigi dengan lebih tenang, nyaman, dan perawatan gigi pun akan berlangsung lebih baik dan lancar.

Kini ahli syaraf Amerika Serikat telah mengembangkan suatu alat yang diberi nama Nucalm yang dapat membantu menenangkan pasien gigi yang gugup dan cemas. Alat ini menggunakan apa yang disebut Cranial Electrotherapy Stimulation (CES) yang akan membuat pasien gigi berada di tingkat deep relaxation, seperti ketika tidur atau melakukan meditasi.

Pada awalnya, pasien akan terlebih dahulu dipakaikan kacamata gelap dan diberikan tablet gamma-aminobutyric acid (GABA), yaitu suatu suplemen yang dapat membantu merelaksasi pasien. Lalu, melalui suatu headset dialirkanlah arus listrik lembut dan frekuensi suara ke otak, dimana gelombang otak akan diubah untuk mencapai tingkat deep relaxation dan otak pun diperintahkan untuk membuka reseptornya terhadap GABA yang telah diberikan sebelumnya.

Dari penelitian klinis yang telah dilakukan, dinyatakan bahwa CES efektif dalam mengatasi berbagai kelainan stress, seperti insomnia, axietas kronis, dan post-traumatic stress. Dikatakan bahwa CES ini akan merangsang untuk dilepaskannya zat kimia otak yang disebut serotonin dan dopamine, yang berhubungan dengan relaksasi.

Dari websitenya, Nucalm mengklaim bahwa dari survei terhadap pasien-pasien yang telah menggunakan alat ini, 95% dari mereka akan kembali menggunakan Nucalm, dan 98% akan merekomendasikan penggunaan alat ini kepada keluarga dan teman.

Sebelumnya, dokter gigi telah mencoba berbagai cara untuk menghilangkan rasa takut dan cemas dari pasien-pasiennya. Mulai dari pendekatan secara psikologis, teknik perawatan yang painless, mengkondisikan ruang tunggu dan perawatan yang cukup nyaman, sampai dengan dental hipnosis. Alat ini tampaknya bisa menjadi alternatif lain yang cukup menjanjikan untuk mengatasi rasa takut dan cemas dari pasien-pasien gigi. Tidak hanya mudah untuk digunakan, alat ini dapat dikatakan tidak memerlukan keterampilan khusus seperti pendekatan psikologis ataupun dental hipnosis, dimana tidak semua dokter gigi memiliki kemampuan ini.

Video Nucalm:



Source: nucalm.com



Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Gadget Baru Dokter Gigi Untuk Menghilangkan Rasa Takut Pasien”  »»

Minggu, 11 Juli 2010

Snoop Dogg Bercerita Tentang Anaknya Yang Menderita Lupus

Semuanya berawal dari lima tahun yang lalu, cerita Snoop Dogg, ketika mereka menemukan bintik berwarna cerah pada Cori yang berusia 6 tahun. Seminggu kemudian, Dogg dan istrinya Shanté Broadus mendapatkan bahwa putrinya itu telah kehilangan berat badan secara drastis dan rambutnya mengalami kerontokan.

Setelah mengunjungi berbagai dokter, mereka tidak mendapatkan diagnosis yang tepat mengenai penyakit yang diderita putrinya itu.

“I felt helpless,” kata Snoop kepada majalah People. “No power, no friends.”

Istrinya Shanté menambahkan, “No one could tell me what was wrong. They drew tons of blood and said she has old-person cells. They gave her all kind of (medication). But she went downhill.”

Sebulan kemudian, setelah mereka mendapatkan diagnosis lupus yang sangat mengejutkan mereka, Snoop Dogg dan keluarganya memulai perjalanannya dalam mempelajari penyakit autoimun ini. Perjalanan ini dapat dikatakan membuat keluarga mereka semakin dekat satu sama lain.

“She's the toughest little thing i've ever met,” kata sang rapper tentang anak perempuannya itu. “She's on the honor roll, playing voleyball and softball, living life. She has all this joy. In the beginning lupus was winning. But now Cori is.”

Lupus merupakan penyakit autoimun akibat kelainan DNA, dimana kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh kita justru malah berbalik menyerang tubuh kita sendiri. Penyebab dan pengobatannya belum diketahui secara pasti. Pada awalnya mungkin akan terdapat gejala seperti timbulnya ruam-ruam berwarna merah, kelelahan yang sangat tidak wajar dan nyeri sendi yang berlebihan. Kondisi ini perlu segera ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam.


Source: people.com

Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Snoop Dogg Bercerita Tentang Anaknya Yang Menderita Lupus”  »»

Jumat, 09 Juli 2010

Alergi Susu Sapi Mungkin Dapat Dihindari

milk
Minuman yang disebut susu sangat kaya akan nutrisi dan banyak dianjurkan oleh pakar nutrisi untuk dikonsumsi. Namun bagi orang yang alergi, susu dapat menjadi masalah besar. Kini sebuah penelitian menyatakan bahwa kondisi alergi dengan susu sebenarnya dapat dihindari sejak awal masa kehidupan.

Menurut sebuah penelitian, dengan mengenalkan anak terhadap susu sapi dalam dua minggu awal kehidupannya ternyata dapat mencegah anak untuk mengidap alergi susu sapi pada nantinya.

Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa anak yang diberikan susu sapi lebih dari usia dua minggu ternyata memiliki risiko alergi susu sapi 19 kali lebih besar dibandingkan dengan anak yang sudah diberikan susu sapi dalam dua minggu awal masa kehidupannya.

Namun, peneliti menambahkan bahwa memberikan susu sapi pada anak pada dua minggu awal kehidupan bukanlah jaminan bahwa anak tersebut akan terhindar dari alergi susu sapi. Dan, bila setelah diberikan susu sapi timbul reaksi alergi seperti ruam atau sang anak memuntahkannya, maka sebaiknya anak segera dikonsultasikan kepada ahli alergi.

cheese
Selain itu, peneliti bukanlah bermaksud untuk menganjurkan mengganti ASI dengan susu sapi. ASI tetaplah menjadi asupan nutrisi utama. Sedangkan penambahan susu sapi ini hanyalah dimaksudkan untuk mencegah anak mengidap alergi susu sapi pada nantinya, khususnya bagi anak yang di keluarganya memiliki riwayat alergi yang sama.

Alergi terhadap protein susu sapi termasuk salah satu jenis alergi yang banyak dialami dan cukup berbahaya bagi penderitanya. Reaksi alergi yang dapat ditimbulkan diantaranya ruam, gejala-gejala pada saluran pernapasan dan saluran cerna, bahkan sampai dapat menyebabkan penderitanya mengalami syok dan kematian.


Source: news.yahoo.com



Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Alergi Susu Sapi Mungkin Dapat Dihindari”  »»

Selasa, 06 Juli 2010

Revolusi Perawatan Endodontik Untuk Membuat Gigi Tetap Vital

endodontic
Tiap tahunnya perawatan endodontik atau perawatan saluran akar gigi telah menyelamatkan gigi jutaan orang dari pencabutan gigi. Namun, biasanya gigi akan ditinggalkan dalam keadaan non-vital di dalam rongga mulut. Kini peneliti dari Prancis telah menemukan cara agar gigi tersebut dapat tetap vital.

Dalam perawatan endodontik, dokter gigi akan membuang jaringan pulpa yang sakit dan meradang. Karena biasanya jaringan pulpa gigi yang telah sakit ini tidak akan dapat kembali sehat seperti semula dan cenderung untuk menjadi mati atau non-vital.

Kini melalui penelitian yang dilakukan oleh Nadia Benkirane-Jessel dan rekan-rekannya, mulailah semakin terbuka apa yang disebut dengan regenerative endodontics. Regenerative endodontics merupakan suatu revolusi perawatan endodontik yang dimaksudkan untuk mengganti jaringan pulpa gigi yang telah rusak akibat respon peradangan dengan jaringan yang baru melalui proses regenerasi jaringan. Perawatan ini dikatakan cukup berpotensi sebagai alternatif terhadap tindakan pembuangan jaringan pulpa secara keseluruhan dan meninggalkan gigi dalam keadaan mati atau non-vital di dalam mulut.

Para peneliti tersebut mengatakan bahwa mereka telah mengembangkan suatu substansi dalam bentuk lapisan yang sangat tipis berukuran nano yang dapat membantu proses regenerasi jaringan pulpa gigi. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa substansi ini yang disebut alpha melanocyte stimulating hormone atau alpha-MSH, memiliki kemampuan anti peradangan. Dalam tes yang dilakukan di laboratorium, peneliti memperlihatkan bahwa alpha-MSH yang dikombinasikan dengan suatu polimer akan menghasilkan suatu bahan yang dapat melawan proses peradangan di dalam pulpa.
endodontic
Alpha-MSH ini disebut-sebut juga dapat meningkatkan jumlah sel fibroblas, sel utama yang terdapat di dalam pulpa. Para peneliti tersebut mengatakan bahwa meningkatnya jumlah fibroblas akan dapat membantu merevitalisasi pulpa gigi dan mengurangi kemungkinan jaringan pulpa gigi tersebut untuk dibuang.


Source: pubs.acs.org

Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Revolusi Perawatan Endodontik Untuk Membuat Gigi Tetap Vital”  »»

Jumat, 02 Juli 2010

Konsultasi Kesehatan 2 Juli 2010

Pertanyaan:
Dok, saya mau nanya. Kalo implan gigi itu biayanya berapa ya dok? Apakah harus dioperasi yang mesti dibius sampai tidak sadar? Implan gigi itu apakah tahan lama dan giginya tidak akan rusak lagi? Terima kasih ya dok.


Nani, 36 tahun, Mojokerto.


Jawaban:

Mbak Nani, kalau untuk biaya pemasangan implan gigi sebaiknya tanyakan langsung ke dokter yang akan merawat. Karena tarif di setiap dokter tidak sama.

Pemasangan implan gigi pada umumnya tidak memerlukan bius total. Teknik anestesi atau bius yang digunakan biasanya sama dengan yang digunakan ketika pencabutan gigi. Jadi pasien masih sadar saat dilakukan pemasangan implan gigi.

Apakah tahan lama? Hal ini tergantung dari penggunanya.

Implan gigi memang tidak akan mengalami karies atau gigi berlubang seperti gigi asli manusia. Namun, mahkota giginya mungkin saja dapat patah atau retak apabila terjadi trauma yang cukup berat. Namun, hal ini bisa diatasi dengan menggantinya dengan mahkota yang baru.

Yang paling sering menimbulkan masalah dalam implan gigi adalah penyakit periodontal atau penyakit pada jaringan pendukung gigi, yaitu gusi dan tulang. Hal ini disebabkan karena pasien tidak dapat menjaga kebersihan mulutnya dengan baik, sehingga plak ataupun karang gigi banyak tertimbun di sekitar implan. Plak ini akan mengiritasi gusi sehingga timbul respon peradangan dari jaringan yang mengakibatkan kerusakan pada jaringan gusi dan tulang pendukung gigi.

Apabila tulang pendukung gigi sudah rusak, maka dia tidak akan dapat menopang implan gigi dengan baik. Implan gigi pun akan goyang dan perlu dicabut karena sudah tidak ada dukungan tulang lagi.

Untuk menghindari hal tersebut tentunya pasien harus dapat menjaga kebersihan dan kesehatan mulutnya. Sikat gigi yang bersih dan rutin, menggunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi, dan kontrol kesehatan gigi setiap 6 bulan sekali perlu sekali dilakukan oleh pasien implan gigi untuk menjaga keawetan dari implan gigi tersebut.

Implan gigi rata-rata dapat bertahan antara 6 sampai 8 tahun. Namun, bisa saja tahan lebih lama. Biasanya pasien yang implan giginya bertahan lebih lama adalah seorang dokter gigi. Mungkin karena dia dapat menjaga kebersihan dan kesehatan mulutnya dengan baik. Anda juga bisa kok! =)



Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Konsultasi Kesehatan 2 Juli 2010”  »»