Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT (click)

Persembahan Bukune dan GigiSehatBadanSehat

DENTAL & ORAL HEALTH (click)

Beragam informasi mengenai kesehatan gigi dan mulut.

GENERAL HEALTH (click)

Perluas wawasan Anda mengenai dunia kesehatan.

CELEBRITY & HEALTH (click)

Kumpulan kisah para selebritis dunia dan kesehatannya.





Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Minggu, 29 Agustus 2010

Beras Hitam, Dapatkah Menjadi Trend Kesehatan Baru?

beras hitam black rice
Menurut legenda Cina, beras hitam merupakan makanan yang langka, sangat lezat dan bernutrisi dimana hanya kalangan penguasa yang diperbolehkan untuk menikmatinya. Ya, zaman sudah berubah. Namun, sayangnya beras hitam masih merupakan makanan yang langka. Peneliti berharap dengan mengenalkan manfaat kesehatan dari beras hitam, petani dapat mulai mengembangkan produksi bahan pangan ini.


Beras hitam memiliki antioksidan yang cukup tinggi pada bagian kulit arinya. Namun, jika dibandingkan dengan beras cokelat yang juga memiliki antioksidan tinggi, beras hitam yang memiliki antioksidan yang disebut anthocyanins. Anthocyanins yang merupakan pigmen pemberi warna ungu kemerahan ini sebenarnya juga dapat ditemukan di dalam blueberry dan anggur. Hanya saja mungkin kelebihan beras hitam dibandingkan dengan blueberry adalah beras hitam memiliki kadar gula yang lebih sedikit.

Anthocyanins dipercaya dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker, meningkatkan daya ingat, dan berbagai manfaat kesehatan lainnya. Antioksidan ini merupakan antioksidan yang bersifat larut dalam air. Sehingga, dia dapat mencapai bagian-bagian tubuh yang tidak dapat dijangkau oleh antioksidan yang bersifat larut lemak.
beras hitam black rice

Seperti apa rasanya? Ada yang mengatakan beras hitam awalnya memberikan rasa seperti kacang, lalu ada sedikit sentuhan rasa buah pada akhirnya. Namun, karena proses pengolahannya yang lebih singkat, beras ini terasa lebih kasar dan sulit dikunyah bahkan jika dibandingkan dengan beras cokelat. Namun, saat ini peneliti sudah mulai mengembangkan suatu proses untuk membuat agar beras ini terasa lebih lembut dan tidak terlalu kasar.


Source: Health.com


Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Beras Hitam, Dapatkah Menjadi Trend Kesehatan Baru?”  »»

Konsultasi Kesehatan 29 Agustus 2010

Pertanyaan:
gigi saya gampang goyang dan akhirnya tanggal ada obatnya gak??? trus kalau dah goyang gimana cara mengukuhkan nya kembali agar tidak tanggal.
terimakasih

Rukmin, 44 tahun, Bandung.


Jawaban:

Gigi yang goyang dan akhirnya tanggal merupakan akibat dari proses peradangan dari jaringan penyokong gigi atau biasa disebut jaringan periodontal.

Penyebabnya adalah bakteri plak. Apabila plak tidak dibersihkan dengan menyikat gigi yang benar, dia tidak hanya menyebabkan gigi berlubang, tapi juga dapat mengakibatkan gusi dan jaringan periodontal yang lebih dalam mengalami peradangan yang akan menimbulkan kerusakan pada jaringan tersebut.
Jaringan periodontal yang telah mengalami kerusakan akan mengakibatkan gigi menjadi goyang karena jaringan ini tidak lagi dapat menyokong gigi dengan baik.

Kondisi ini dapat diatasi dengan cara menjaga kebersihan mulut rutin setiap hari, salah satunya dengan menyikat gigi yang benar. Ditambah dengan melakukan perawatan skeling atau pembersihan karang gigi di dokter gigi. Karang gigi ini merupakan plak yang mengeras, dimana permukaannya yang kasar akan mempermudah timbunan plak lainnya yang akan memperparah kondisi peradangan.

Apabila kondisi kerusakan periodontal sudah cukup parah dan gigi sangat goyang, terkadang diperlukan perawatan cangkok tulang untuk menambah massa tulang pendukung gigi.


Note: Pertanyaan Anda yang tidak kami tampilkan disini akan dibalas langsung melalui email.


Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.

 
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Konsultasi Kesehatan 29 Agustus 2010”  »»

Senin, 23 Agustus 2010

Carrie Underwood Menderita Panic Attack?

Carrie Underwood
Dibalik kesuksesannya sekarang setelah menjuarai kompetensi American Idol, ternyata Carrie Underwood menderita suatu kondisi psikologis yang disebut dengan panic attack. Apa itu panic attack? Dan bagaimana cara Carrie mengatasi masalahnya itu?

Carrie mengatakan kepada majalah WebMD bahwa dia menderita panic attack sejak sekitar SMU. Dia bercerita, "I'm a big personal space person. You know, if you go to the restroom, you use the stall that's not near anybody. Or if you're in the gym, you go to the treadmill where there's space in between you. And it seemed like in crowded situations like that, people would just completely violate your personal space."

Carrie tidak suka berada terlalu dekat dengan orang lain ataupun berada di tengah keramaian. Saat belanja Natal pun merupakan saat-saat yang menjadi mimpi buruk bagi dirinya karena dikelilingi oleh banyak orang. "So, whenever I'd be in stores and there would be people touching me and kids running around, I couldn't take it and I'd have to leave," katanya.

Panic attack merupakan suatu kondisi psikologis dimana seseorang memiliki perasaan adanya teror yang menyerang secara tiba-tiba dan berulang tanpa adanya peringatan sebelumnya. Mereka tidak dapat memprediksi kapan suatu serangan rasa panik akan terjadi. Dan beberapa orang mengalami kecemasan yang hebat diantara tiap episodenya. Mereka juga mencemaskan kapan dan dimana serangan berikutnya akan terjadi. Terkadang mereka dapat menderita agoraphobia.

Agoraphobia merupakan rasa takut apabila berada di suatu tempat dimana penderita merasa tidak ada jalan keluar atau pertolongan orang lain. Apabila kondisi ini tidak ditangani, maka kondisi akan bertambah serius bahkan membuat penderitanya takut untuk keluar rumah dan selalu berusaha menghindari tempat-tempat umum, seperti yang dialami oleh Carrie.

Carrie mengatakan bahwa dia benar-benar harus berjuang mengatasi masalah psikologisnya ini, terutama setelah dia memasuki kompetisi American Idol di tahun 2005 dimana tentunya banyak orang yang menyaksikan penampilannya.

Carrie Underwood
Lantas, bagaimana Carrie menghadapi fansnya? "Fans," katanya, "feel like they know you and they love you and that's wonderful. They're excited to meet you."

"It just took me a minute to be able to figure that out and to be able to allow people into my space," tambahnya.


Source: People.com



Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Carrie Underwood Menderita Panic Attack?”  »»

Sabtu, 21 Agustus 2010

Volume Earphone Terlalu Keras Bisa Jadi Penyebab Berkurangnya Pendengaran

earphone
Saat ini, 1 dari 5 remaja di Amerika Serikat mengalami berkurangnya pendengaran. Penggunaan earphone yang berlebihan diduga menjadi penyebab dari hal ini. Seperti apa penggunaan earphone yang berlebihan? Lalu bagaimana cara menggunakan earphone yang aman?

Peneliti dari Amerika Serikat melaporkan bahwa telah terjadi peningkatan jumlah remaja yang mengalami pengurangan pendengaran dari tahun 1988 sampai 2006 sebesar 30%. Hal ini berarti sekarang 1 dari 5 remaja Amerika Serikat mengalami pengurangan pendengaran.

Kebanyakan, remaja tidak menyadari bahwa kemampuan pendengaran mereka telah berkurang. Perubahannya memang tidak terlalu terasa, tapi memang ada. Pada tahun 2005-2006, diperoleh data bahwa kebanyakan hilangnya kemampuan mendengar terbatas pada frekuensi tinggi, yaitu sebesar 16,4%. Sedangkan yang kehilangan kemampuan mendengar frekuensi rendah adalah sebesar 9%.

Peningkatan jumlah penderita pengurangan pendengaran ini, sebagian besar bukan diakibatkan oleh infeksi telinga ataupun paparan terhadap suara keras selama 5 jam atau lebih dalam seminggu. Peneliti menduga, bahwa kebiasaan mendengar musik melalui pemutar musik portable-lah yang menjadi penyebabnya.

Mendengarkan suara keras melalui earphone selama berjam-jam, khususnya suara dengan frekuensi tinggi dapat merusak pendengaran. Peneliti mengatakan bahwa mendengar musik dalam volume yang wajar memang tidak berbahaya. Namun apabila Anda mendengarnya melalui earphone, Anda tidak akan tahu apakah voleme tersebut aman atau tidak.

earphone
Disarankan agar memutar musik melalui pemutar portable seperti MP3 player diatur otomatis ke tingkat volume aman, sehingga dapat mencegah suara terlalu keras yang dapat merusak pendengaran. Namun, apabila MP3 player Anda tidak memiliki fitur ini, silahkan atur volume suaranya dimana Anda masih dapat cukup jelas mendengar percakapan orang lain disekitar Anda.


Source: Health Day





Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Volume Earphone Terlalu Keras Bisa Jadi Penyebab Berkurangnya Pendengaran”  »»

Kamis, 19 Agustus 2010

Konsultasi Kesehatan 19 Agustus 2010

Pertanyaan:
saya suka sakit pada persendian lutut.nyeri,ngilu bahkan sakit kadang kadang.kalau habis berdiri lalu jongkok.
itu bunyi klik tapi rasanya nyeri banget.sampe gak kuat nahan:
bagaimana solusinya.dan apa obat yang aman.
berbahayakah kalau di urut....terima kasih


Ar.Zaman, 35 tahun, Bekasi


Jawaban:

Yth. Bapak Ar.Zaman,
besar kemungkinan bapak mengalami apa yang namanya osteoartritis, yaitu penyakit peradangan sendi tulang.

Penderita osteoartritis biasanya mengeluhkan nyeri pada sendi, biasanya pada sendi yang sering digunakan atau sendi yang berperan besar dalam menopang beban tubuh. Misalnya sendi lutut, sendi pada jari kaki, sendi pada jari tangan, sendi pinggul, bahkan pada tulang belakang.

Usahakan kurangi beban kerja sendi Bapak. Apabila Bapak mengalami kelebihan berat badan, usahakan untuk dikurangi untuk mengurangi beban sendi. Untuk nyeri sendi ini, sebaiknya hindari pemijatan pada daerah sendi yang sakit karena justru akan menyebarkan sel-sel radang ke bagian tubuh yang lain.

Terapinya biasanya dengan obat-obatan yang diminum dan dioleskan pada bagian sendi yang sakit, ataupun dengan fisioterapi. Segera hubungi dokter Bapak untuk mendapat penanganan sebelum penyakit ini bertambah parah.

Salam.


Note: Jawaban dari pertanyaan Anda yang tidak kami tampilkan akan dibalas langsung melalui email.



Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Konsultasi Kesehatan 19 Agustus 2010”  »»

Senin, 16 Agustus 2010

Orang Kegemukan Lebih Sering Ke Dokter Daripada Perokok

overweight
Dulu, banyak orang kita yang berpendapat bahwa gemuk itu sehat sedangkan kurus itu tidak sehat. Sebaiknya Anda segera mengubah pandangan tersebut, dan jangan lagi menyuruh anak Anda atau siapa pun untuk makan yang banyak supaya sehat. Karena, para peneliti dari Belanda menemukan bahwa ternyata orang yang kegemukan itu malah justru lebih sering berobat ke dokter, bahkan jika dibandingkan dengan perokok.

Tim dari Maastricht University telah meneliti data kesehatan dari 4.500 partisipan. Mereka juga memberikan kuesioner kepada partisipan untuk mengetahui gaya hidup mereka, seperti asupan makanan, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan seberapa sering mereka berolahraga. Dari data ini, peneliti berharap dapat mengetahui partisipan seperti apa yang paling sering pergi berobat ke dokter.

Dari sekian faktor gaya hidup yang tidak sehat, ternyata orang dengan Body Mass Index di atas rata-rata alias kegemukan adalah yang paling banyak melakukan kunjungan ke dokter untuk berobat, bukan perokok ataupun alkoholik. Hal ini ditemukan baik pada partisipan pria maupun wanita, namun tidak memperhitungkan kondisi tingkat keparahan penyakit yang menjadi alasan mereka datang ke dokter. Jadi, mungkin mereka tidak memiliki kondisi penyakit separah perokok namun mereka memiliki lebih banyak alasan untuk pergi berobat daripada perokok.
overweight

Peneliti belum dapat menyimpulkan penyebab pasti mereka sering ke dokter. Mereka menduga bahwa keluhan-keluhan kecil seperti gangguan tidur, atau nyeri pada otot dan sendi adalah mungkin yang menjadi penyebabnya.

Jadi, tetap jaga berat badan ideal. Aturlah agar jumlah kalori yang masuk tidak lebih banyak daripada kalori yang keluar. Perhatikan asupan makanan dan jangan lupa rutin berolahraga atau beraktivitas.

Hmm, mudah sekali mengatakannya ya. Tapi semoga bisa Anda diterapkan.


Source: BBC

Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Orang Kegemukan Lebih Sering Ke Dokter Daripada Perokok”  »»

Sabtu, 14 Agustus 2010

Julia Roberts: No To Botox!

julia roberts eat pray love
Banyak selebritis yang memilih untuk menggunakan botox agar kulitnya tampak tetap muda, tanpa kerutan. Tapi tidak untuk aktris papan atas Julia Roberts. Bukannya karena ingin punya kulit yang keriput, Roberts punya alasan sendiri kenapa dia anti dengan terapi kecantikan ini.

Jadi, kenapa? Alasannya sederhana. Roberts ingin agar anak-anaknya dapat melihat semua ekspresi wajahnya.

Botox memang bekerja dengan melumpuhkan kerja otot, sehinggga orang yang menggunakan perawatan ini seakan seperti tidak memiliki ekspresi. Otot wajah yang terlumpuhkan inilah yang diharapkan dapat membantu membuat wajah tampak awet muda, tanpa kerutan.

Kepada majalah Elle, Roberts mengatakan, "It’s unfortunate that we live in such a panicked, dysmorphic society where women don’t even give themselves a chance to see what they’ll look like as older persons. I want to have some idea of what I’ll look like before I start cleaning the slates. I want my kids to know when I’m p**sed, when I’m happy, and when I’m confounded."

"Your face tells a story… and it shouldn’t be a story about your drive to the doctor’s office," tambahnya.

julia roberts eat pray love
Julia Roberts dalam waktu dekat ini akan mengeluarkan film terbarunya, "Eat, Pray, Love", yang juga ikut dibintangi aktris senior Indonesia, Christine Hakim. Kita doakan semoga film yang juga mengambil setting di Bali ini dapat maju ke ajang piala Oscar dan mengangkat nama Indonesia.


Source: Healthy Hollywood



Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Julia Roberts: No To Botox!”  »»

Kamis, 12 Agustus 2010

Tes Baru Untuk Deteksi Kanker Mulut Lebih Dini

oral health smile
Sebuah tes baru untuk memeriksa kanker mulut telah dikembangkan oleh para peneliti dari University of Sheffield dan Sheffield Teaching Hospitals NHS Foundation Trust. Prosedurnya pun dapat dikatakan cukup sederhana, hanya dengan menggunakan suatu sikat untuk mengambil sampel sel dari rongga mulut pasien.

Saat ini, prosedur yang biasa dilakukan untuk mendeteksi kanker mulut pada lesi yang dicurigai adalah dengan menggunakan scalpel untuk melakukan biopsi dan tes laboratorium dimana keseluruhan prosedur ini biasanya memakan waktu seminggu atau lebih, disertai kunjungan-kunjungan tambahan yang harus dilakukan pasien.

Tes baru ini dilakukan dengan cara mengambil sampel sel pada lesi dengan menggunakan sikat, menempatkannya pada suatu chip, lalu chip tersebut dimasukkan ke dalam suatu analyser. Hasil tes pun sudah dapat diperoleh dalam waktu 8-10 menit. Peneliti menyatakan bahwa tes ini tidak hanya menghemat waktu, tapi juga jumlah kunjungan pasien dan biaya yang dikeluarkan.

Proyek ini dipimpin oleh Professor John McDevitt dari Rice University, Amerika Serikat, yang telah mengembangkan micro-chip baru ini. Teknologi baru ini menggunakan teknik terkini dalam hal desain micro-chip, nanoteknologi, microfluid, image analysis, pattern recognition, dan bioteknologi.

Micro-chip ini sifatnya disposable. Dia akan dimasukkan ke dalam analyser bertenaga baterai layaknya kartu kredit. Sampel sel yang telah ditempatkan dalam chip ini akan dicuci lalu direaksikan dengan biomarker yang hanya bereaksi dengan sel spesifik. Di dalam mesin analisis, sel-sel akan disinari dengan dua LED dimana sel yang sehat dan yang tidak akan dibedakan melalui nyalanya.

Teknologi ini rencananya juga akan diteliti lebih lanjut untuk diterapkan dalam diagnosis dan manajemen serangan jantung, diabetes, dan penyakit-penyakit lainnya.

Tim peneliti dari Sheffield telah mulai melakukan uji klinis terhadap pasien di Charles Clifford Dental Hospital yang rencananya akan dilakukan selama dua tahun untuk menyempurnakan teknologi ini dan membuatnya sesensitif mungkin dalam memberikan hasil pemeriksaan. Apabila uji klinis ini memperlihatkan bahwa tes ini sama efektifnya dengan prosedur biopsi, maka tes baru ini mungkin ke depannya akan dijadikan sebagai prosedur reguler di bidang bedah mulut.

Lesi kanker yang dapat dideteksi sedini mungkin akan memberikan prognosis excellent, dengan survival rate 5 tahun sebesar 90%. Sayangnya, saat ini banyak kasus kanker mulut yang tidak terdiagnosis dini yang mengakibatkan survival rate secara keseluruhan menjadi 50%, yang merupakan nilai survival rate terendah diantara jenis kanker lainnya.

Dengan tes akurat yang dapat dilakukan dalam waktu kurang dari 20 menit ini, USA's National Institutes of Health telah menghadiahkan penghargaan senilai $ 2 juta kepada tim peneliti yang berasal dari berbagai negara ini.


Source: Medical News Today



Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Tes Baru Untuk Deteksi Kanker Mulut Lebih Dini”  »»

Selasa, 10 Agustus 2010

Tetap Olahraga Selama Bulan Puasa?

yoga
Bulan Ramadhan, hampir semua orang dapat dipastikan akan mengurangi aktivitas fisiknya. Jam kantor, jam belajar, semuanya dikurangi. Bagi mereka yang tidak terbiasa dengan puasa sunnah dua kali seminggu, mungkin pengurangan jam kerja ini memang diperlukan. Namun, haruskah aktivitas fisik seperti olahraga ditinggalkan? Kalau Anda tanyakan pertanyaan ini kepada ahli kesehatan tentu mereka menjawab tidak. Lalu, bagaimana cara menyiasati agar kita dapat tetap dapat berolahraga selama menjalankan ibadah puasa?

Kita sering mendengar ahli agama mengatakan "Puasalah kamu agar kamu sehat." Pernyataan ini 100% benar. Kenapa? Karena puasa itu salah satunya berfungsi dalam proses detoksifikasi sederhana untuk mengeluarkan racun-racun dari tubuh. Proses detoksifikasi ini akan berjalan dengan lebih baik apabila sirkulasi darah dan fungsi kelenjar getah bening juga berjalan dengan baik. Disinilah peran dari aktivitas fisik seperti olahraga. Oleh karena itu, aktivitas fisik seperti olahraga tidak perlu ditinggalkan ketika berpuasa, bahkan harus tetap rutin dilakukan. Hanya saja intensitasnya perlu dikurangi karena cadangan energi yang kita miliki selama puasa terbatas.

Olahraga apa yang dapat dilakukan selama berpuasa? Pilihlah olahraga yang sederhana serta tidak terlalu menghabiskan banyak energi dan cairan tubuh. Contohnya seperti jalan kaki, bersepeda, yoga, pilates, dan semacamnya.

Kapan waktu yang ideal untuk berolahraga selama berpuasa? Lakukanlah olahraga sekitar 30 menit sampai dua jam sebelum waktu berbuka. Sebaliknya, hindarilah olahraga setelah sahur atau solat subuh, walaupun tubuh kita memang terasa segar pada waktu tersebut. Hal ini dikarenakan, cadangan energi kita untuk aktivitas satu hari akan habis terlebih dahulu dan akan mengakibatkan kita merasa lemas seharian.

Bagaimana dengan asupan makanan yang benar selama berpuasa? Tidak perlu makan secara berlebihan selama sahur demi cadangan energi yang banyak. Cukup dengan mengkonsumsi makanan yang kaya serat untuk meringankan kerja pencernaan, serta untuk memberikan cadangan energi yang cukup sampai waktu berbuka nanti. Jangan lupa cukupkan asupan cairan untuk tubuh Anda.

Sebaiknya hindarilah asupan protein berat seperti protein yang berasal dari hewan karena akan membuat kerja pencernaan menjadi sangat berat serta akan dapat menghambat proses detoksifikasi yang diharapkan terjadi selama berpuasa.

bicycle
Pada saat berbuka, pilihlah makanan yang sudah dianjurkan yaitu makanan yang manis serta minumlah air untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang selama seharian. Namun, janganlah jadikan saat berbuka ini sebagai sarana balas dendam dengan mengkonsumsi makanan berkadar gula tinggi dalam jumlah banyak dengan alasan untuk mengembalikan energi yang banyak hilang selama seharian. Karena bisa jadi hal ini justru akan mengakibatkan timbunan lemak tambahan yang tentunya tidak diharapkan bagi mereka yang berencana untuk menurunkan berat badan.

Selamat berpuasa!


Source: kompas.com




Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Tetap Olahraga Selama Bulan Puasa?”  »»

Rabu, 04 Agustus 2010

Info Seminar Kedokteran Gigi: Dentafair 2010


BEM FKG UI akan mengadakan seminar kedokteran gigi:
Dentafair 2010
4th Dentistry Scientific Meeting
"Aesthetic Dentistry in Dental Practices
Tanggal 7-8 Agustus 2010
Menara Hijau lantai 2, Jln MT. Haryono kavling 33 Jakarta 12770.

Seminar 5 SKP, Hands On 3 SKP

Harga tiket
Sebelum seminar:
Mahasiswa: Rp. 200.000,00
Dokter gigi: Rp: 300.000,00

Saat seminar:
Mahasiswa: Rp. 250.000,00
Dokter gigi: Rp: 350.000,00

Hands on: Rp. 180.000,00

Harga termasuk: goody bag, coffee break, lunch, certificate.


Nomor kontak:
Felix: 081316387239
Oca: 085781781722
Sonia: 081808221285


Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Info Seminar Kedokteran Gigi: Dentafair 2010”  »»

Senin, 02 Agustus 2010

World Breastfeeding Week 1-7 Agustus 2010

asi menyusui bayi
Perayaan World Breastfeeding Week dilakukan setiap tahunnya pada tanggal 1 sampai 7 Agustus di lebih dari 120 negara. Tujuannya adalah untuk mendorong kegiatan menyusui dan memperbaiki tingkat kesehatan bayi di seluruh dunia. Selain itu, perayaan ini juga diadakan untuk memperingati Innocenti Declaration yang dibuat oleh WHO dan UNICEF yang dibuat pada bulan Agustus 1990 untuk melindungi, meningkatkan, dan mendukung kegiatan menyusui bayi.

Menyusui adalah jalan terbaik untuk memberikan nutrisi bagi bayi yang baru lahir. WHO merekomendasikan untuk memberikan ASI eksklusif paling tidak sampai bayi berusia 6 bulan, lalu melanjutkan pemberian ASI ditambah asupan makanan tambahan sampai bayi tersebut berusia dua tahun.

Silahkan buka situs World Breastfeeding Week melalui link berikut ini untuk mendapatkan informasi mengenai menyusui dan perayaan ini:

http://worldbreastfeedingweek.org/


Source: WHO


Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “World Breastfeeding Week 1-7 Agustus 2010”  »»

Minggu, 01 Agustus 2010

CPR Efektif Tanpa Mouth-To-Mouth Breathing

cpr
Selama ini tindakan pemberian nafas dari mulut ke mulut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari prosedur CPR. Namun, kini dua penelitian baru menyatakan bahwa prosedur CPR tanpa pemberian nafas dari mulut ke mulut ternyata sama efektifnya dengan CPR standar yang biasa dilakukan.

Tindakan CPR untuk menolong nyawa seseorang merupakan prosedur pertolongan pertama yang perlu diketahui oleh setiap orang. Ada dua hal utama yang perlu diperhatikan dalam prosedur CPR standar, yaitu penekanan daerah dada untuk mempertahankan sirkulasi darah dan pemberian nafas dari mulut ke mulut (mouth-to-mouth breathing) untuk mempertahankan suplai oksigen ke dalam tubuh korban.

Kini dua penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine telah mengubah apa yang selama ini telah diajarkan dalam melakukan CPR. Hasil dua penelitian ini memperlihatkan bahwa prosedur CPR yang hanya dilakukan dengan penekanan dada sudah cukup untuk menyelamatkan nyawa seseorang, tanpa perlu melakukan pemberian nafas mulut ke mulut seperti yang biasa dilakukan.

Dua penelitian tersebut tidak menemukan perbedaan yang signifikan mengenai tingkat keselamatan korban yang ditolong dengan prosedur CPR yang hanya dilakukan dengan penekanan dada dengan CPR standar yang dilakukan (dengan penekanan dada ditambah dengan pemberian nafas dari mulut ke mulut). Sebaliknya, data memperlihatkan bahwa CPR hanya dengan penekanan dada mungkin malah dapat meningkatkan tingkat keselamatan korban sedikit lebih baik.

Penelitian yang dilakukan di Washington memperlihatkan bahwa tingkat keselamatan korban yang diberikan pertolongan CPR hanya dengan penekanan dada adalah sebesar 12,5%. Sedangkan dengan CPR standar adalah sebesar 11%. Sedangkan penelitian yang kedua yang dilakukan di Swedia memperlihatkan bahwa tingkat keselamatan korban yang diberikan pertolongan CPR hanya dengan penekanan dada adalah sebesar 8,7%. Sedangkan dengan CPR standar adalah sebesar 7%.

Selama ini, tindakan pemberian nafas dari mulut ke mulut dalam CPR merupakan tindakan yang cukup sulit dilakukan. Tidak semua orang dapat melakukannya dengan baik serta memerlukan latihan yang cukup. Bahkan, para tenaga kesehatan yang sudah terlatih pun akan merasa kesulitan melakukannya apabila tidak dilakukan secara rutin. Selain memerlukan kekuatan nafas dari sang penolong, tindakan ini juga berisiko untuk menularkan penyakit, khususnya penyakit pernafasan, dari korban kepada sang penolong maupun sebaliknya.

cpr
Peneliti berharap, dengan menyederhanakan prosedur CPR maka akan semakin banyak orang yang memiliki niat menolong untuk melakukannya. Apabila Anda melihat seseorang tak sadarkan diri misalnya akibat serangan jantung, lakukanlah CPR hanya dengan melakukan penekanan daerah bagian tengah dari tulang dada dan agak sedikit ke bawah. Lakukan penekanan dengan keras, cepat, dan jangan berhenti. Biarkan dada kembali mengembang setelah penekanan. Apabila Anda merasa perlu beristirahat, lakukanlah istirahat sesingkat Anda bisa lalu lanjutkan lagi prosedur pertolongan ini.


Source: cardiosource.org



Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “CPR Efektif Tanpa Mouth-To-Mouth Breathing”  »»