Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT (click)

Persembahan Bukune dan GigiSehatBadanSehat

DENTAL & ORAL HEALTH (click)

Beragam informasi mengenai kesehatan gigi dan mulut.

GENERAL HEALTH (click)

Perluas wawasan Anda mengenai dunia kesehatan.

CELEBRITY & HEALTH (click)

Kumpulan kisah para selebritis dunia dan kesehatannya.





Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Kamis, 28 April 2011

Sikat Gigi Musikal Justin Bieber

justin bieber toothbrush
Sebuah perusahaan sikat gigi bernama Brush Buddies baru saja memperkenalkan rangkaian produk kesehatan gigi Justin Bieber di Amerika Serikat. Salah satunya adalah sikat gigi musikal Justin Bieber bertenaga batere. Patut dimiliki oleh semua fans Justin.

Dokter gigi menganjurkan untuk menyikat gigi minimal dengan durasi waktu 2 sampai 3 menit. Brush Buddies mencoba untuk membawa anjuran ini kepada para anak-anak dan remaja dengan membuat sikat gigi yang dapat memainkan lagu-lagu Justin Bieber dalam durasi waktu 2 menit. Dengan begitu mereka akan lebih senang untuk menyikat gigi, dan dapat menyesuaikan lama penyikatan gigi mereka dengan durasi lagu yang dimainkan.

Didesain untuk membuat acara menyikat gigi lebih menyenangkan, sikat ini dilengkapi dengan dua tombol, yang masing-masing akan memainkan 2 lagu Justin Bieber yang berbeda. Ada yang diisi dengan lagu Baby dan U Smile, ada juga yang diisi dengan Somebody to Love dan Love Me. Masing-masing lagu telah disesuaikan durasinya menjadi 2 menit sesuai dengan durasi penyikatan gigi yang dianjurkan dokter gigi.

Rangkaian produk kesehatan gigi Justin Bieber ini meliputi berbagai pilihan sikat gigi anak, remaja, dan dewasa. Atau untuk paket keluarga tersedia pula Brush Buddies' all-in-one travel kit, sehingga mereka dapat membawa sikat gigi Bieber mereka untuk berpergian. Selain sikat gigi musikal, ada pula rangkaian Justin Bieber floss dan flosser.

Rencananya produk-produk ini baru akan tersedia di pasaran bulan Juli nanti.


justinbiebertoothbrush.com


Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Sikat Gigi Musikal Justin Bieber”  »»

Rabu, 27 April 2011

Seminar Kedokteran Gigi: Prosthodontic Refreshing Seminar 2011

Seminar Kedokteran Gigi: Prosthodontic Refreshing Seminar 2011 (3 SKP + free composite)
Sabtu, 7 Mei 2011
9.00 - 14.00 WIB
Menara ICB Bumiputera, Lt. 9
Jln. Probolinggo No.18 Menteng, Jakarta


Topik:
1. Bruxism & TMD-New Paradigm
Oleh: Prof. drg. Laura Susanti Himawan, Sp.Pros (K)
2. Key of Success In Crown And Bridge Therapy
Oleh: Dr. drg. Ratna Sari Dewi, Sp.Pros
3. The Management of Endodontically Treated Teeth Using Fiber Post, Why, When at How to Achieve The Best Result
Oleh: drg. Jonan Angkawidjaja, Sp.Pros
4. The Secrets of Inlay/Onlay
Oleh: drg. Rudy Wigianto, PhD., DFM

Pendaftaran:
GP: Rp.450.000
Anggota Iprosi: Rp.300.000

Pembayaran:
1. Rek. BCA a/c 5010186864
a/n drg. Hj. Kartini Pujiastuti
2. ICB Bumiputera Rek. 205.01.0000003840
a/n Iprosi Jakarta
(bawa bukti transfer pada saat acara atau fax ke no. 021 7985913

Informasi:
Sekretariat Iprosi Jaya
1. drg. Agustina Sinta Dewi, Sp.Pros (0813 8163 7037)
2. drg. Gina R. Gani, Sp.Pros (0815 878 0213)
PT Dentsplay Indonesia
1. Syiva (0815 828 9054)
2. Kiki (0857 1933 1656)


Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Seminar Kedokteran Gigi: Prosthodontic Refreshing Seminar 2011”  »»

Sabtu, 23 April 2011

Baru: Sikat Gigi Terbuat Dari Sayuran Yang Ramah Lingkungan

ecoflossers
Masyarakat Kanada kini memiliki alternatif alat kebersihan mulut yang lebih baik. Baik bagi kesehatan rongga mulut mereka, dan baik pula bagi planet bumi ini. Ya, di Kanada kini telah tersedia rangkaian alat kebersihan mulut yang terbuat dari sayur-sayuran.

EcoBrushes dan EcoFlosses merupakan sikat gigi dan benang gigi pertama di Amerika Utara yang bersifat biodegradable alias dapat terurai. Mereka terbuat dari jagung, gandum, tapioka, dan kentang sehingga dapat mengalami dekomposisi menjadi bahan organik.

Semua produk dental dari Clean Idea ini memiliki gagang yang terbuat dari 100% compostable bioresin yang telah dipatenkan, yang telah memenuhi standar internasional untuk bioplastik dan kompostabilitas. Bahan resin ini dapat mengalami penguraian menjadi bahan organik dalam waktu 180 hari pada fasilitas pengkomposan komersil.

Jane Nicol, direktur marketing dari Clean Idea, mengatakan bahwa dengan Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April ini, dan bulan April yang juga dijadikan National Oral Health Month (di Amerika), mereka ingin orang-orang Kanada tahu bahwa kini ada produk dental ramah lingkungan yang memberikan kesempatan bagi para konsumen untuk membuat perubahan bagi planet ini.

Berdasarkan rekomendasi Canadian Dental Association dan berbagai lembaga kedokteran gigi di dunia, konsumen dianjurkan untuk mengganti sikat gigi mereka setiap 3 bulan. Hal ini berarti akan membuang sampah sikat gigi sebanyak 134 juta buah tiap tahunnya di Kanada, dan 24 milyar sikat gigi terbuang di seluruh dunia apabila semua orang mengikuti anjuran ini.

ecobrushes
Oleh karena itu, penemuan produk ini dapat dikatakan cukup berarti untuk menjaga kelestarian bumi sebagai planet tempat tinggal kita. Dan pada kesempatan Hari Bumi ini, Clean Idea membagi-bagikan gratis ribuan EcoBrushes dan EcoFlossers di jalan-jalan di Van Couver, Kanada.

Saat ini produk mereka juga sudah bisa didapatkan di Situs belanja Amazon.com, dengan rangkaian produk berupa sikat gigi untuk dewasa dan anak-anak, benang gigi, serta kaca mulut untuk dokter gigi.

Selamat Hari Bumi!


Dentistry.co.uk: Toothbrushes Made From Vegetables


Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Baru: Sikat Gigi Terbuat Dari Sayuran Yang Ramah Lingkungan”  »»

Jumat, 22 April 2011

Survei: Dokter Gigi Lebih Seram Daripada Ular Ataupun Laba-laba

tiger snake
Fakta unik datang dari Inggris. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh British Dental Health Foundation menyatakan bahwa kebanyakan orang merasa kunjungan ke dokter gigi lebih menakutkan dibandingkan dengan ular ataupun laba-laba.

Ditanyakan kepada 1.004 orang yang disurvei manakah dari beberapa hal berikut yang membuat mereka paling gugup, yaitu diantaranya ketinggian, terbang, suntikan, dokter, ular, laba-laba, kunjungan ke rumah sakit, dan kunjungan ke dokter gigi. Dari hasil survei ditemukan bahwa setengah dari orang dewasa, khususnya wanita, diklasifikasikan sebagai orang yang memiliki ansietas dental tingkat sedang sampai berat.

Sekitar satu dari lima orang memilih kunjungan ke dokter gigi sebagai sesuatu yang membuat mereka paling takut dibandingkan kategori yang lain. Namun secara statistik, berada di ketinggian adalah juara dari polling ini. Tidak jauh dibawahnya adalah kunjungan ke dokter gigi dan ke rumah sakit. Sedangkan takut terhadap ular berada di urutan ke empat, dan takut terhadap laba-laba berada di urutan ke lima.

Dibandingkan dokter umum, dokter gigi jauh lebih menakutkan. Hasil penelitian tersebut juga menemukan bahwa orang dewasa sepuluh kali lipat lebih takut terhadap dokter gigi (22%) dibandingkan dengan dokter umum (2%).

Adult Dental Health Survey menunjuk 2 perawatan gigi yang menjadi penyebab utama dari rasa takut ini. 3 dari 10 (30%) orang dewasa mengatakan bahwa pemboran gigi merupakan hal yang paling membuat mereka takut. Dengan nilai yang hampir sama (28%), suntikan anestesi lokal menjadi hal yang paling ditakuti selanjutnya.

Dr Nigel Carter, chief executive dari British Dental Health Foundation, mengatakan bahwa semua dokter gigi tahu bahwa ansietas dental merupakan penghalang besar seseorang untuk mengunjungi dokter gigi. Dan hasil penelitian ini bisa menjadi PR besar bagi profesi dokter gigi untuk membangun rasa percaya dari masyarakat.


Dentistry.co.uk: Dentists more scary than snakes and spiders


Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Survei: Dokter Gigi Lebih Seram Daripada Ular Ataupun Laba-laba”  »»

Rabu, 20 April 2011

GigiSehatBadanSehat dalam tampilan yang berbeda

dynamic view gigisehatbadansehat
Kini dengan fitur baru dari Blogger, Anda dapat menikmati artikel GigiSehatBadanSehat dalam berbagai tampilan yang memanjakan mata. Cukup dengan mengunjungi alamat http://gigisehatbadansehat.blogspot.com/view, Anda dapat memilih tampilan antar muka sesuai dengan selera Anda.

Ada 5 tampilan antar muka yang dapat Anda pilih. Anda juga dapat langsung membuka langsung tampilan antar muka favorit Anda dengan langsung membuka alamatnya masing-masing:

Flipcard: available at http://gigisehatbadansehat.blogspot.com/view/flipcard
Mosaic: available at http://gigisehatbadansehat.blogspot.com/view/mosaic
Sidebar: available at http://gigisehatbadansehat.blogspot.com/view/sidebar
Snapshot: available at http://gigisehatbadansehat.blogspot.com/view/snapshot
Timeslide: available at http://gigisehatbadansehat.blogspot.com/view/timeslide

Catatan: tampilan ini dapat dilihat dengan lebih baik menggunakan browser pc seperti Internet Explorer 8+, Firefox 3.5+, Chrome atau Safari.

Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “GigiSehatBadanSehat dalam tampilan yang berbeda”  »»

Selasa, 19 April 2011

Seminar Kedokteran Gigi: RSPAD Dentistry 2011

RSPAD DENTISTRY 2011 (6 skp)
2 - 3 Juli 2011
RSPAD Gatot Soebroto
Jam 07.30 - 14.30 WIB

Rangkaian seminar:
2 Juli 2011:
Sesi I
- Penatalaksanaan Kasus Parsial Anodonsia (drg. Gina R. Gani, SpPros)
- Perdarahan Perioperatif : Pencegahan dan Penanggulangannya (drg. Dwiyanto SK, SpBM)

Sesi II
- Mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa pada praktek kedokteran (drg. Suryono, SH, Phd)
- What to Look for and how to treat single oral mucosa ulcer ( drg. Gus Permana, PhD, SpPM)
- Minimal invasive in aesthetic dentistry (drg. Sunyoto)

Sesi III
- Simple daily perio-aesthetic (drg. Yudha R, SpPerio)
- Crown recounturing in food impaction cases (drg. Foschen, SpPros)


3 Juli 2011:
Sesi I
- perawatan poket periodontal non bedah (Prof. Dr. Dewi Nurul, drg, MS, SpPerio(K))
- Dental anomali pada anak dan penatalaksanaannya (drg. Rachmatiah Badjuri, SpKGA)
- Restorasi kelas 2 resin komposit pada gigi posterior (drg. Priya Santosa, SpKG)

Sesi II
- the rules of case selection in Endodontic treatment (drg. Novita 'Chicha' S, SpKG)
- an introduction to various orthodontic (drg. Benny M.S, MSc, MOrthRCS, PhD, SpOrt)

Sesi III
- Dimensi vertikal dan horisontal yang perlu diperhatikan dalam perawatan orthodonsi (drg. Puji H, SpOrt)
- Penatalaksanaan nyeri pada daerah TMJ (Dr. drg. Hananto S, SpBM, MM)


Biaya pendaftaran:
15 april - 31 Mei 2011 : Rp 300.000,-
1 juni - 2 juli 2011 : Rp 350.000,-
on site : Rp 400.000,-


Informasi dan pendaftaran:
Sekretariat Panitia Seminar
Departemen Gigi dan Mulut Lt. 3
RSPAD Gatot Soebroto
telp (021) 3524659

Transfer via Rek Bank Mandiri KCP RSPAD Gatot Soebroto
No. Rek : 103-00-0522011-2
A.n. drg. Gina R Gani, SpProst

Fax bukti transfer ke: (021) 3524659
atau email ke: seminar_rspad@yahoo.com


Contact person:
- drg. Hannie Suntjoko, SpPerio : 0856 100 3303
- drg Ratna Arietta, Msi : 0813 1433 4411
- drg. Devy Sri Wulan : 0818 121 295

Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Seminar Kedokteran Gigi: RSPAD Dentistry 2011”  »»

Rabu, 13 April 2011

Ketorolac Meningkatkan Efektivitas Blok Nervus Inferior Mandibula

Kesuksesan blok nervus inferior mandibula seringkali sulit diperoleh pada pasien dengan kondisi pulpitis irreversible. Sebuah penelitian di India mencoba membandingkan efektivitas keberhasilan blok nervus inferior mandibula standar yang dikombinasikan dengan ketorolac dan dexamethasone.


94 naracoba yang mengalami nyeri diikut sertakan dalam penelitian ini. Kesemuanya memperoleh blok nervus inferior mandibula standar dengan menggunakan 2% lidocaine dengan 1:200.000 epinephrine. 24 pasien tidak memperoleh tambahan infiltrasi (kontrol penelitian). 24 pasien memperoleh tambahan infiltrasi bukal 4% articaine dengan 1:100.000 epinephrine, dan 24 pasien memperoleh tambahan infiltrasi bukal 1 ml/4 mg dexamethasone. Rencananya ada 26 pasien yang akan diberikan tambahan infiltrasi bukal 1 ml/30 mg ketorolac, namun dua pasien mengalami nyeri akibat penyuntikkan, sehingga mereka dikeluarkan dari penelitian. Lalu pada pasien yang lain 0,9 ml articaine 4% diinfiltrasikan sebelum diinjeksikan ketorolac.

15 menit setelah dilakukan tindakan anestesi tersebut, dilakukan preparasi akses pada gigi yang mengalami pulpitis irreversible. Rasa nyeri selama perawatan diukur menggunakan Heft-Parker visual analog scale. Lalu tingkat keberhasilan diukur berdasarkan hilangnya rasa sakit ataupun nyeri ringan.

Hasilnya, pasien kontrol memperlihatkan tingkat keberhasilan sebesar 39%. Infiltrasi bukal menggunakan articaine dan articaine plus ketorolac memperlihatkan tingkat keberhasilan yang signifikan sebesar masing-masing 54% dan 62%. Sedangkan penggunaan tambahan dexamethasone hanya memperlihatkan keberhasilan sebesar 45% yang secara statistik tidak memperlihatkan hasil yang signifikan.

Penelitian ini diterbitkan pada Journal of Endodontics, volume 37, issue 4, bulan April 2011.


Science Diret: Comparative Evaluation of Local Infiltration of Articaine, Articaine Plus Ketorolac, and Dexamethasone on Anesthetic Efficacy of Inferior Alveolar Nerve Block with Lidocaine in Patients with Irreversible Pulpitis

Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Ketorolac Meningkatkan Efektivitas Blok Nervus Inferior Mandibula”  »»

Minggu, 10 April 2011

Jawaban Konsultasi Kesehatan 10 April 2011

Pertanyaan:
saya adalah salah seorang wanita yg mempunyai masalah besar dengan yang namanya gigi..
yg mau saya tanyakan,apa penyebab dari gigi yg berlubang dan gigi yg rapuh ?
gigi saya banyak skali yg berlubang di makan ulat sampai2 saya uda mencabutnya 3 di bagian atas.padahal kalau kt pikir usia saya kan masih tergolong muda tp sudah banyak gigi yg di cabut,kan kasian..hehe
tolong dong gmn solusinya.


irmawati, 25 tahun, makassar.

Jawaban:

Kebersihan mulut yang buruk merupakan penyebab dari hampir sebagian besar masalah kesehatan mulut yang sering terjadi di masyarakat, salah satunya gigi berlubang. Di dalam mulut kita terdapat bakteri plak yang mengubah zat gula dari makanan menjadi asam. Asam inilah yang mengikis gigi, sehingga lama-kelamaan akan berlubang. Agar tidak terjadi demikian, sikatlah gigi dengan rutin dua kali sehari dengan cara yang benar dan tepat.

Untuk gigi rapuh, biasanya disebabkan oleh gigi berlubang yang tidak ditambal, lalu lama kelamaan lubangnya membesar, menginfeksi jaringan pulpa di dalam gigi, dan lama-kelamaan jaringan pulpa gigi tersebut akan mati. Gigi yang jaringan pulpanya sudah mati, tidak akan mendapat nutrisi makanan dari pembuluh darah yang terdapat di dalam pulpa. Hal ini mengakibatkan struktur gigi menjadi semakin lemah dan mudah rapuh.

Untuk kasus anak Ibu, solusinya adalah mutlak membiasakan anak untuk menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulutnya. Yaitu dengan menyikat gigi dua kali sehari (setelah sarapan dan sebelum tidur), kurangi kebiasaan ngemil atau pindahkan waktu ngemil lebih dekat dengan waktu makan utama. Dokter gigi dapat membantu Ibu untuk mengajarkan cara menyikat gigi yang benar dan tepat.

Lebih lengkap tentang kesehatan gigi dan mulut, dapat Bu Irma baca di buku kami: Serba-Serbi Kesehatan Gigi dan Mulut, yang diterbitkan oleh penerbit buku Bukune.


Pertanyaan:
zat/vitamin/mineral apa yang dapat mempercepat pertumbuhan
muhammad, 17 tahun, rantau


Jawaban:
Pada usia remaja, makan makanan yang benar dan sehat sangat penting, karena tubuh membutuhkan berbagai vitamin dan mineral untuk tumbuh, berkembang, dan tetap sehat.

Yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tidak hanya vitamin dan mineral, tapi juga karbohidrat, protein, dan lemak. Oleh karena itu, perlu sekali memvariasikan jenis makanan yang kita makan agar semua kebutuhan zat gizi tersebut dapat dipenuhi. Apabila hal ini sudah dilakukan, biasanya tidak perlu tambahan suplemen vitamin dan mineral.

Namun, bila kamu khawatir tidak mendapatkan nutrisi tertentu, misalnya karena jarang mengkonsumsi produk susu dan sayur-sayuran, boleh saja diimbangi dengan mengkonsumsi suplemen tambahan yg mengandung kalsium, fosfor dan magnesium.

Selain makanan, aktivitas fisik olah raga juga cukup berpengaruh terhadap pertumbuhan seseorang.


Pertanyaan:
gigi seri saya linu bahkan meskipun nggak untuk nggigit makanan, kayaknya gara-gara kemaren minum anget rada panas. apa yang harus aku lakuin ya biar giginya nggak linu lagi? tolong jawab ya..trims atas jawabanny ^^


nuning tri haryati, 20 tahun, tangerang


Jawaban:
Ada kemungkinan gigi Mbak Nuning perlu dilakukan perawatan saluran akar karena tampaknya sudah terjadi peradangan pulpa yang sifatnya irreversible. Namun, tentunya hal ini membutuhkan pemeriksaan secara langsung untuk memastikan diagnosis yang tepat. Silahkan konsultasikan langsung dengan dokter gigi.


Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Jawaban Konsultasi Kesehatan 10 April 2011”  »»

Kamis, 07 April 2011

Penyakit Gusi Juga Berisiko Untuk Mengakibatkan Stroke

gum disease
Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa penyakit gusi (periodontitis) membawa risiko yang lebih besar dibandingkan dengan diabetes untuk mengakibatkan stroke. Dan pengaruh penyakit gusi terhadap stroke ini hampir sama besarnya dengan pengaruh hipertensi atau tekanan darah tinggi yang memang merupakan penyebab utama terjadinya stroke.

Beberapa tahun ke belakang, memang sudah berkembang bukti-bukti yang memperlihatkan kaitan antara penyakit gusi (periodontitis) dengan stroke. Dan kini, sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang dengan penyakit gusi memiliki risiko hampir dua kali lipat untuk mengalami non-fatal stroke (ischemic stroke) dibanding orang dengan penyakit diabetes.

Penelitian yang dipresentasikan di ajang 89th International Association for Dental Research (IADR) General Session and Exhibition di San Diego bulan lalu ini, merupakan peringatan mengenai seriusnya pengaruh kesehatan mulut yang buruk terhadap kesehatan tubuh secara umum.

Dr Nigel Carter, chief executive dari British Dental Health Foundation, mengatakan, "Obesity, alcohol abuse, poor diet and smoking are generally well-known risk factors that can cause strokes. Less well-known are the risks caused by gum disease."

Beliau menambahkan bahwa ini penelitian ini sangat penting karena membantu mengukur pentingnya kesehatan mulut dan membandingkannya dengan faktor risiko yang lain. Penelitian ini juga mengejutkan, katanya. Karena dengan diketahuinya penyakit gusi memiliki risiko yang sama dengan hipertensi merupakan suatu penemuan yang sangat signifikan. Dan dengan ditemukannya bahwa penyakit gusi memiliki risiko dua kali lipat dalam mengakibatkan non-fatal stroke dibandingkan dengan diabetes, benar-benar di luar dugaan para ahli.

‘The research sends a clear message that the risks caused by poor oral health should not be overlooked or considered less important when compared to others factors,' tambahnya.


Dentistry.co.uk: Gum disease bigger risk than diabetes



Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Penyakit Gusi Juga Berisiko Untuk Mengakibatkan Stroke”  »»

Rabu, 06 April 2011

Remaja Yang Lebih Suka Musik Lebih Mudah Depresi Daripada Yang Suka Buku

girl reads book
Orang muda yang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mendengarkan musik cenderung jauh lebih mudah mengalami kelainan depresi, dibandingkan dengan mereka yang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca buku.

Hubungan antara kesehatan emosional dengan paparan media ini diungkap melalui penelitian yang dilakukan oleh University of Pittsburgh School of Medicine yang diterbitkan di jurnal Archives of Pediatric and Adolescent Medicine edisi April.

Dalam penelitian tersebut, masih belum jelas apakah remaja yang mengalami depresi mulai mendengarkan lebih banyak musik untuk pelarian, atau sebaliknya musik itu yang membuat mereka lebih depresi, atau malah mungkin dua hal ini terjadi bersamaan.

Selain itu, dengan diketahuinya hubungan antara buku dengan tingkat depresi yang jauh lebih rendah, peneliti menekankan kembali nilai positif membaca buku. Dimana saat ini, kebiasaan membaca buku semakin menurun dibandingkan dengan penggunaan media lain.



Medical News Today: Teens Who Choose Music Over Books Are More Likely To Be Depressed, Pitt School Of Medicine Study Finds


Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Remaja Yang Lebih Suka Musik Lebih Mudah Depresi Daripada Yang Suka Buku”  »»

Senin, 04 April 2011

Sejarah Perkembangan Sikat Gigi

siwak-Salvadora persica
Sikat gigi merupakan alat penting untuk menjaga kesehatan, khususnya kesehatan rongga mulut kita. Tentunya sikat gigi terus mengalami perkembangan desain di setiap zamannya. Seperti apa perkembangan sikat gigi dari zaman dulu sampai sekarang? Simak kisahnya berikut ini.

Tidak ada seorang pun yang dinyatakan sebagai penemu dari sikat gigi. Alat ini diperkirakan sudah ada sejak 3.500 tahun sebelum Masehi dan diduga pertama kali digunakan oleh orang-orang Mesir dan Babilonia. Berdasarkan temuan sejarah ini, sikat gigi dinyatakan sebagai salah satu alat paling tua yang masih digunakan oleh manusia sampai sekarang.

Sikat gigi dalam bentuknya yang paling primitif ditemukan di dalam piramid Mesir. Peradaban kuno ini menggunakan sikat gigi berbentuk stik kunyah yang kita kenal sebagai siwak untuk membersihkan gigi mereka. Stik kayu ini mereka ambil dari tanaman Salvadora persica yang dipercaya sebagai obat dan memiliki kemampuan antiseptik. Caranya adalah dengan menggigit-gigit salah satu ujung dari stik sehingga lama-kelamaan serat kayunya membentuk bulu sikat.

Penggunaan siwak bahkan terus berlanjut di peradaban Arab sampai sekarang, dan penggunaannya ikut menyebar ke negara lain terutama di zaman keemasan Islam dimana saat itu ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat termasuk di bidang kesehatan.

Dari peradaban Arab, sejarah berlanjut ke Cina, dimana orang Cina mulai mengembangkan sikat gigi dalam bentuknya yang lebih modern. Merekalah yang dianggap sebagai penemu sikat gigi dengan bentuknya seperti yang kita lihat sekarang ini. Di abad ke 15, orang Cina menggunakan bulu dari babi hutan Siberia, lalu memasangkannya pada stik bambu. Alat ini lalu mereka gunakan sepeti sikat gigi modern manual zaman sekarang.
Sikat gigi dari Cina ini lalu dibawa ke Eropa. Karena bulu babi hutan memiliki kekurangan berupa teksturnya yang terlalu kasar bagi gusi, beberapa orang mulai memodifikasi dengan menggantinya menggunakan bulu yang terdapat pada punggung kuda yang lebih lembut terhadap gigi dan gusi. Walaupun begitu, sikat gigi yang menggunakan bulu babi hutan tetap lebih banyak digunakan karena kuda merupakan hewan yang sangat berharga pada zaman tersebut.

Di Eropa sendiri juga sudah ada alternatif lain cara membersihkan gigi cara orang Yunani. Mereka menggunakan kain linen ataupun spon yang dibasahi minyak sulfur dan larutan garam. Terkadang kain ini dipasangkan pada suatu stik untuk membantu mencapai gigi belakang. Walaupun sudah ada dua cara membersihkan gigi, kebanyakan orang Eropa saat itu masih belum memiliki kegiatan menyikat gigi dalam kehidupannya.

Sekitar tahun 1780, sikat gigi modern pertama kali dibuat oleh William Addis dari Clerkenald, Inggris. Ide pembuatan sikat gigi diperoleh Addis ketika dia berada di dalam penjara. Dia membuat sikat gigi untuk membersihkan giginya dengan menggunakan tulang yang berasal dari makan malamnya, lalu mengkombinasikannya dengan bulu sikat yang dia pinjam dari penjaga tahanan.

Temuannya ini jauh lebih baik dibandingkan dengan kain yang diberi jelaga dan garam yang saat itu digunakan untuk membersihkan gigi. Setelah Addis dibebaskan, dia menjadi orang pertama yang memproduksi sikat gigi secara massal. Saat itu, dia membuat sikat gigi massalnya menggunakan ekor kuda yang diikatkan pada tulang sapi.

Selama perang dunia pertama, kebutuhan untuk membuat sup tulang lebih penting dibandingkan untuk membuat gagang sikat gigi. Maka, ditemukanlah gagang sikat gigi pertama yang terbuat dari plastik. Gagang sikat gigi yang terbuat dari plastik ini lalu menjadi pilihan yang terbaik untuk pembuatan sikat gigi.

Penggunaan bulu sikat dari bulu hewan masih terus digunakan sampai tahun 1937. Sampai akhirnya, Wallace H. Carohers menciptakan bulu sikat dari bahan nilon di laboratorium Du Pont. Penemuan ini lalu mengubah sejarah sikat gigi untuk selamanya. Di tahun 1938, nilon menjadi salah satu tanda dimulainya masa modern, mulai dari penciptaan stoking nilon sampai diciptakannya Dr. West’s Miracle-Tuft Toothbrush, sikat gigi pertama yang terbuat dari nilon.

Serat nilon tampaknya menjadi pilihan terbaik untuk menggantikan bulu sikat yang berasal dari hewan karena memiliki berbagai kelebihan seperti, tekstur bulu yang lebih dapat diatur, dan biaya produksi yang lebih murah. Perusahaan sikat gigi juga menemukan bahwa bentuk dari bulu sikat nilon ini dapat diatur bentuk dan ukuran diameternya untuk menghasilkan performa penyikatan yang lebih baik.

Walaupun begitu, nilon memiliki kekurangan dibandingkan dengan bulu sikat babi hutan yaitu sifatnya yang lebih sulit untuk kering sehingga mudah ditumbuhi bakteri. Walaupun nilon terus berlanjut mendominasi pasar sikat gigi sekarang ini, sikat gigi dengan bulu babi hutan ternyata juga masih dipasarkan dengan persentase 10 persen yang dijual di seluruh dunia.

Setelah perang dunia kedua, orang Amerika mulai lebih peduli terhadap kesehatan rongga mulutnya. Menyikat gigi dengan rutin semakin populer dilakukan setelah tentara kembali ke rumah dengan membawa kebiasaan disiplin menyikat gigi.

Kebiasaan ini pun mendorong perkembangan sikat gigi lebih jauh lagi dan membantu mengangkat masalah kebersihan mulut ke permukaan.

Saat ini, ada lebih dari 3.000 paten sikat gigi di seluruh dunia, dengan merek, desain, dan warna-warna yang tak terbatas kreasinya.

Perusahaan sekarang juga menawarkan sikat gigi yang dibuat khusus untuk memenuhi kebutuhan masing-masing pasien. Mulai dari desain bulu sikat, tekstur, ukuran kepala sikat, sampai alternatif penggunaan sikat gigi elektrik.


Dental Tribune: The evolution of the toothbrush



Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Sejarah Perkembangan Sikat Gigi”  »»