Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT (click)

Persembahan Bukune dan GigiSehatBadanSehat

DENTAL & ORAL HEALTH (click)

Beragam informasi mengenai kesehatan gigi dan mulut.

GENERAL HEALTH (click)

Perluas wawasan Anda mengenai dunia kesehatan.

CELEBRITY & HEALTH (click)

Kumpulan kisah para selebritis dunia dan kesehatannya.





Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Rabu, 26 Oktober 2011

Penelitian Baru: Ponsel Tidak Meningkatkan Risiko Kanker Otak

cell phone

S
ekarang kita sudah bisa lebih tenang lagi untuk melakukan panggilan telepon menggunakan ponsel. Karena sebuah penelitian di Denmark telah mengungkapkan bahwa ponsel tidak meningkatkan risiko kanker otak.

Salah satu penelitian terbesar dan terlama ini menemukan bahwa tidak ada tumor otak pada orang-orang yang menggunakan ponsel selama lebih dari 17 tahun. Dikatakan bahwa kalau pun memang ada, maka risiko tersebut sangatlah kecil.

Penelitian-penelitian sebelumnya memang banyak yang menyatakan hal yang sebaliknya. Bahkan WHO pun sampai menempatkan ponsel sebagai benda yang mungkin bersifat karsinogenik alias dapat menyebabkan kanker.

Namun penelitian terbaru yang diterbitkan di BMJ edisi 20 Oktober ini tampaknya telah memperlihatkan fakta lain. Peneliti telah mengumpulkan data dari sekitar 360.000 orang di Denmark yang menggunakan ponsel dan tidak menemukan adanya peningkatan insidensi tumor pada mereka. Peneliti memang sempat menemukan adanya sedikit peningkatan risiko glioma (sejenis tumor otak ganas) pada laki-laki, namun risiko ini menghilang dengan sendirinya setelah lima tahun.

Walaupun sudah ada fakta baru ini, ada baiknya kita tetap mengikuti anjuran WHO untuk membatasi penggunaan ponsel langsung ke telinga untuk menelepon, melainkan dengan menggunakan earphone. Paling tidak kita ikuti anjuran ini sampai WHO mengubah pandangannya tentang ponsel.

Health Day: Cell Phones Don't Raise Brain Cancer Risk, Study Says





Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Penelitian Baru: Ponsel Tidak Meningkatkan Risiko Kanker Otak”  »»

Senin, 24 Oktober 2011

Seminar Kedokteran Gigi: Radiodiagnosis in Dentistry, Seminar Sehari Gratis Jakarta Timur, One Day Sharing Endodontics

Seminar Kedokteran Gigi

1. One Day Seminar: Radiodiagnosis in Dentistry (4 skp)
29 Oktober 2011
Auditorium RS. Pendidikan Universitas Padjadjaran
Jl. Eyckman no. 38 Bandung

Topik:
- Radiologi Kedokteran Gigi Di Indonesia
- Dental Implant for General Practice
- Implant Radiograph
- Deteksi Dini Kelainan TMJ
- Deteksi Penyakit Sistemik Melalui Radiografi
- Manifestasi Oral Penyakit Sistemik
- Radioterapi Dalam Bidang Kedokteran Gigi
- Radiograph Legal Aspect

Biaya: Rp. 200.000
Informasi dan pendaftaran:
Bagian Radiologi FKG Unpad
Jl. Sekeloa Selatan No. 1 Bandung
Tlp./fax: 022-253 2683

Contact person:
Lusi Epsilawati 081802092026
Santi Pratiwi 082115426894
Hendro Pramudji 085216124686

Pembayaran rekening BCA KCU Dago no. rekening: 7770217819 a/n Hj. Ria N. Firman.

2. Seminar Sehari Gratis - khusus anggota PDGI Jakarta Timur (3 skp)

Sabtu, 5 November 2011
Aula Sudin Kesehatan, Jakarta Timur

Peserta terbatas hanya untuk 250 peserta saja (harap membawa kartu tanda anggota atau kuitansi pembayaran iuran anggota)

CP:
drg. Shanti Wirdiawati 08129932799
drg. Lenie Dahliana 08161694230

3. One Day Sharing Endodontic (Seminar 3 skp, workshop 4 skp)
12 November 2011 (lecture 8.00-12.00, workshop 13.00-15.00)
Banana Inn Hotel & Spa
Jl. Setiabudi 191, Bandung

Topik:
- Restorasi Resin Komposit Indirect Pada Gigi Paska Perawatan Endodontik
- Treatment Plan Consideration A To Z For Post Endodontic Restoration With Review On Endodontic Update

Biaya:
Seminar Rp. 450.000 (Bonus 1 syringe Ceram X Mono)
Workshop Rp. 650.000 (Bonus 1 syringe Fluorocore 2+)
Seminar + Workshop Rp. 850.000 (Bonus Ceram X Mono 1 syringe + Fluorocore 2+ 1 syringe)

Peserta dibatasi 100 peserta untuk seminar, dan 20 peserta untuk workshop.

CP:
Herliana Patra Atmadja
(022) 939 094 31
0857 200 33944
0853 203 65500
0878 247 78467

Pembayaran:
Rek. BCA a/n Eulis Siti Badriah a/c 437 0812212
Bukti transfer fax ke 022 70857398






Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Seminar Kedokteran Gigi: Radiodiagnosis in Dentistry, Seminar Sehari Gratis Jakarta Timur, One Day Sharing Endodontics”  »»

Kamis, 13 Oktober 2011

Seminar Kedokteran Gigi: Peningkatan Kompetensi Dokter Gigi dalam Menghadapi Tantangan Tugas (6 skp)

S
eminar Kedokteran Gigi
Tema: Peningkatan Kompetensi Dokter Gigi dalam Menghadapi Tantangan Tugas (6 skp)

Waktu:
25-26 November 2011

Tempat:
Gedung Graha Jala Puspita. Jalan Gatot Subroto kav. 101. Jakarta Pusat

Biaya:
Rp. 300.000 (sebelum 1 November 2011)
Rp. 350.000 (setelah 1 November 2011}

Biaya table clinic:
Implan: Rp. 600.000
Sedasi: Rp. 300.000

Informasi dan pembayaran:
drg. Amelia Resanty (0816 1997 866)
drg. Sri Handayani (0812 84889388)





Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Seminar Kedokteran Gigi: Peningkatan Kompetensi Dokter Gigi dalam Menghadapi Tantangan Tugas (6 skp)”  »»

Jumat, 07 Oktober 2011

3Mix Untuk Endodontik, Efektif Atau Tidak?

Penggunaannya yang cukup praktis, metode perawatan yang simpel, bahkan katanya tidak perlu instrumentasi sampai ke panjang akar, membuat 3Mix banyak dipilih untuk perawatan endodontik untuk klinik gigi "seadanya". Namun, efektifkah 3mix untuk mempertahankan gigi agar tetap sehat?

Sebuah penelitian yang diterbitkan online 23 September 2011 pada International Journal of Paediatric Dentistry mencoba mengevaluasi tingkat keberhasilan baik secara klinis maupun radiografis dari three mixed antibiotic dalam perawatan endodontik non-instrumentasi pada gigi molar sulung pada bulan ke 24-27 post perawatan.

80 gigi molar bawah sulung dari 58 anak diberikan pengobatan 3mix melalui perawatan endodontik non-instrumentasi yang selanjutnya ditutup menggunakan semen glass ionomer dan tambalan komposit, yang nantinya akan direstorasi secara permanen menggunakan stainless steel crown. Pasien dikontrol lagi secara klinis dan radiografis setiap 6 bulan selama dua tahun follow up.

Ternyata, dari 60 kasus pada bulan ke 24 sampai 27 kontrol ditemukan bahwa tingkat keberhasilan klinisnya sebesar 75% sedangkan tingkat keberhasilan radiografisnya 36,7%. Namun, secara keseluruhan, tingkat keberhasilan dari 3mix untuk perawatan endodontik non-instrumentasi adalah 36,7%, dengan 15,8% kasus memperlihatkan adanya respon pulpa dari resorpsi internal.

Penelitian menyimpulkan bahwa setelah evaluasi selama dua tahun perawatan endodontik non-instrumentasi menggunakan 3mix-mp memperlihatkan tingkat keberhasilan yang baik secara klinis, namun secara radiografis kurang. Oleh karena itu 3mix antibiotic tetap tidak dapat menggantikan perawatan saluran akar konvensional untuk terapi jangka panjang.  

International Journal of Paediatric Dentistry: Success rates of a mixture of ciprofloxacin, metronidazole, and minocycline antibiotics used in non-instrumentation endodontic treatment of mandibular primary molars with carious pulpal involvement.





Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “3Mix Untuk Endodontik, Efektif Atau Tidak?”  »»

Steve Jobs Hanya Sedikit Menceritakan Penyakitnya

P
Pendiri perusahaan teknologi Apple yang telah mengeluarkan berbagai produk seperti iPhone, Macbook Air, iMac, telah lama menyembunyikan penyakitnya di balik "firewall"nya. Sampai setelah kematiannya pun, belum ada detail baru lebih banyak tentang penyakit kanker pankreas dari pria bernama Steve Jobs ini.

Steve Jobs telah hidup selama lebih dari 7 tahun dengan penyakit langka ini. Dua tahun yang lalu dia sempat membutuhkan transplantasi liver yang menandakan bahwa penyakitnya mungkin belum akan berakhir.

Para ahli medis mengatakan bahwa kematiannya ini bisa disebabkan oleh berbagai hal; kankernya, organ liver barunya yang tidak berfungsi, ataupun komplikasi dari obat-obatan yang menekan sistem imun untuk mencegah penolakan organ barunya.

Jobs menyatakan bahwa dia sempat disembuhkan oleh operasi di tahun 2004 untuk mengobati islet cell neuroendocrine tumor. Namun boss Apple ini tidak pernah memaparkan tentang kanker yang telah menyebar ke nodus limfatikus atau ke liver, ataupun seberapa luas operasi yang telah dilakukannya.

Beberapa tahun kemudian, secara dramatis tubuh Jobs telah berubah menjadi kurus kering. Dan pada Januari 2009, dia mengatakan bahwa hal ini diakibatkan oleh ketidak seimbangan hormon dan bisa disembuhkan dengan suatu perawatan sederhana. Beberapa minggu kemudian dia mengambil cuti sakit untuk melakukan transplantasi liver yang disembunyikan dari publik selama dua bulan.

Dokter mengatakan bahwa biasanya transplantasi tidak dilakukan bagi para penderita kanker, namun ada pula yang berpendapat bahwa transplantasi liver ini bisa membantu menyembuhkan neuroendocrine tumor selama kankernya belum menyebar ke luar liver.

Harapan hidup rata-rata bagi penderita neuroendocrine tumor yang telah menyebar adalah 7-8 tahun, dan beberapa pasien ada juga yang bertahan selama 20 sampai 30 tahun. Namun Jobs tampaknya bukan termasuk yang lama bertahan.

Selamat jalan Steve Jobs, terima kasih atas inovasi teknologi yang telah Anda sumbangkan bagi peradaban manusia.

Associated Press: Jobs Said Little About Pancreatic Cancer Struggle  





Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Steve Jobs Hanya Sedikit Menceritakan Penyakitnya”  »»

Senin, 03 Oktober 2011

Hindari Diabetes Tipe 2 Dengan Tidur

From Gigi Sehat Badan Sehat - Artikel Berita Informasi Kesehatan
Saat ini semakin banyak anak remaja yang mengalami obesitas. Kondisi ini akan menempatkan mereka pada risiko berbagai macam penyakit di kemudian hari, salah satunya diabetes tipe 2. Baru-baru ini para peneliti menemukan satu lagi upaya pencegahan diabetes tipe 2 yaitu dengan memiliki kebiasaan tidur malam yang baik.

Dari penelitian ini diketahuilah bahwa remaja obesitas yang tidak memiliki waktu tidur yang cukup dapat memiliki gangguan pada sekresi insulin. Sekresi insulin akan berkurang dan hal ini akan berdampak pada kadar gula dalam darah.

Berdasarkan laporan, rata-rata 3 dari 4 anak sekolah menengah atas memiliki waktu tidur yang kurang. Dari penelitian ini ditemukanlah bahwa untuk menjaga kadar gula darah agar tetap stabil, maka diperlukan waktu optimal untuk tidur bagi remaja sebanyak 7,5 sampai 8,5 jam tiap malamnya. Penelitian ini juga sesuai dengan penelitian sebelumnya pada orang dewasa yang memperlihatkan adanya hubungan antara gangguan tidur dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 2 merupakan penyakit kronis dimana tubuh tidak memproduksi cukup insulin untuk mengendalikan kadar gula darah ataupun dapat pula dikarenakan sel tubuh yang resisten atau kebal terhadap insulin.

Insulin berperan penting untuk mengubah glukosa menjadi energi. Ketika Anda makan, tubuh akan memecah gula dan karbohidrat pada makanan menjadi glukosa yang akan masuk ke dalam darah. Apabila insulin kurang atau tidak ada, maka glukosa yang terdapat di dalam darah ini tidak dapat diubah menjadi energi untuk dikirim ke dalam sel tubuh. Akibatnya, glukosa akan menumpuk di dalam darah dan timbullah komplikasi diabetes.

Ivanhoe Medical Breakthrough: Sleep May Keep Type 2 Diabetes Away




Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Hindari Diabetes Tipe 2 Dengan Tidur”  »»